Arsenal selaku pemimpin klasemen Liga Inggris menampilkan perbedaan kualitas mereka dengan pemuncak tabel Liga Italia, Inter Milan, pada matchday 7 Liga Champions.
© ALBERTO PIZZOLI/AFP
BENTENGNEWS.COM--Perbedaan kualitas antara Liga Inggris dengan kompetisi domestik UEFA lainnya terlihat nyata di matchday 7 Liga Champions.
Premier League atau Divisi Utama Liga Inggris sudah lama menduduki peringkat pertama dalam peringkat koefisien UEFA. Per 21 Januari 2026, Liga Inggris memiliki koefisien 104,769.
Angka itu jauh di atas saingan negara-negara terdekat yakni Italia (92,533), Spanyol (86,890), Jerman (83,259), Prancis (75,605), dan Belanda (66,095).
Di matchday 7 Liga Champions 2025-2026 yang baru saja tuntas, klub-klub Inggris memamerkan ototnya untuk menampilkan keunggulan mereka atas tim-tim dari negara lain.
Ada 1 pertandingan di matchday 7 yang jelas-jelas bisa mengindikasikan betapa besarnya perbedaan kekuatan antara Inggris dengan liga paling top Eropa lainnya.
Laga itu adalah duel Inter Milan kontra Arsenal di Stadion Giuseppe Meazza.
Ini adalah pertarungan antara tim yang sedang memuncaki klasemen Liga Italia dengan klub nomor satu di Liga Inggris.
Ternyata tidak ada pertandingan yang seimbang di sini karena Inter mengalahkan Arsenal dengan skor 1-3.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, mengakui perbedaan kekuatan antara tim asuhannya dengan The Gunners.
“Mereka lebih kuat dalam hal intensitas, teknik, kecepatan, daya jelajah, dan ide di lini serang,” kata Chivu soal Arsenal kepada Sky Sport.
Setelah matchday 7 tuntas pada Kamis (22/1/2026) dini hari WIB, perbedaan kekuatan antara Liga Inggris dan liga lainnya semakin terlihat.
Ada 5 klub Premier League yang kini menempati posisi di 8 besar klasemen.
Arsenal berada di posisi pertama yang sempurna dalam 7 pertandingan dengan meraih 21 poin.
Mereka disusul Liverpool di peringkat 4 (15 poin), Tottenham Hotspur di tangga ke-5 (14), Newcastle United di peringkat ke-7 (13), dan Chelsea dengan 13 angka berada di tempat ke-8.
Juga masih ada Man City yang baru saja terlempar keluar dari 8 besar setelah dikalahkan Bodo/Glimt.
City kini menempati posisi ke-11 dengan raihan poin yang sama dengan Newcastle serta Chelsea.
Dengan fase liga masih menyisakan satu pertandingan lagi, ada kemungkinan 6 klub atau semua wakil Premier League akan finis di 8 klasemen besar sehingga langsung lolos ke babak 16 besar!
Jika hal itu terjadi, dominasi EPL akan semakin tampak nyata.
Pada musim lalu saat format baru UCL mulai dipakai, hanya 3 klub Liga Inggris yang finis di 8 besar yaitu Liverpool, Arsenal, dan Aston Villa.
Dengan jumlah itu tampaknya akan bertambah, Liga Champions musim ini mungkin akan melihat klub-klub Premier League bersaing satu sama lain di babak-babak akhir nanti.
Bisa jadi Liga Champions 2025-2026 akan menggelar all-English final.
Sebelum ini Liga Champions sudah melihat ada 3 final yang mempertemukan sesama klub Liga Inggris.
Final-final adalah pada musim 2007-2008 (Man United vs Chelsea), 2018-2019 (Liverpool vs Tottenham Hotspur), dan 2020-2021 (Chelsea vs Man City).(*)
