MAKASSAR - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan berhasil mengungkap identitas kantong jenazah keempat korban kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500 yang jatuh di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Korban teridentifikasi sebagai pramugari bernama Esther Aprilita Pinarsinta B, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan tim DVI.
Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris di Makassar, Jumat (23/1/2026), mengatakan identitas Esther berhasil diungkap melalui pemeriksaan sidik jari pada jempol.
“Identitas korban atas nama Esther Aprilita Pinarsinta B terungkap melalui pemeriksaan sidik jari pada jempol,” kata Kombes Pol Muhammad Haris.
Ia menjelaskan, sebelum proses identifikasi dilakukan, tim DVI terlebih dahulu menerima kantong jenazah keempat dari Basarnas pada Kamis (22/1/2026) malam.
“Kami menerima kantong jenazah keempat dari Basarnas pada Kamis malam, kemudian langsung dilakukan proses identifikasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Identifikasi Pusdokkes Mabes Polri Brigadir Jenderal Mashudi mengatakan kondisi jenazah Esther saat diserahkan oleh Basarnas masih dalam kondisi baik.
“Pada saat diserahkan kepada tim DVI Biddokkes Polda Sulsel, kondisi jenazah masih bagus sehingga pemeriksaan sidik jari jempol kanan dapat terbaca dengan jelas,” ujar Brigjen Mashudi.
Dengan teridentifikasinya jenazah Esther, total sudah tiga jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang berhasil diidentifikasi oleh tim DVI.
Proses identifikasi terhadap jenazah korban lainnya hingga kini masih terus berlangsung.
Sebelumnya, korban pertama yang berhasil diidentifikasi adalah pramugari Florencia Lolita Wibisono, sementara korban kedua teridentifikasi sebagai pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan bernama Deden Maulana.
