Muktamar XXIV IPM Digelar di Unismuh Makassar, Konsolidasi Nasional dan Regenerasi Kepemimpinan Menguat


MAKASSAR — Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) resmi menggelar Muktamar XXIV di Balai Sidang Muktamar ke-47 Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jumat (6/2/2026).

Agenda pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Dzulfikar Ahmad Tawalla, Ketua Umum PP IPM Riandy Prawita, serta Rektor Unismuh Makassar Dr. Abd. Rakhim Nanda.

Muktamar sebagai forum tertinggi organisasi pelajar Muhammadiyah ini diikuti oleh delegasi IPM dari seluruh wilayah Indonesia. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk melakukan evaluasi program, menyusun arah gerakan ke depan, sekaligus memilih kepemimpinan IPM periode berikutnya.

Muktamar XXIV IPM mengusung tema “Membumikan Arah Baru Ikatan Pelajar Muhammadiyah”. Kehadiran jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, unsur pemerintah, organisasi otonom Muhammadiyah, hingga pimpinan wilayah dan daerah Muhammadiyah menegaskan dukungan luas terhadap proses kaderisasi pelajar Muhammadiyah di tingkat nasional.

Ketua Umum Pimpinan Pusat IPM Riandy Prawita menyampaikan bahwa pelaksanaan muktamar merupakan hasil kerja kolektif kader IPM lintas daerah. Menurutnya, muktamar menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan memastikan gerakan IPM tetap relevan dengan dinamika pendidikan serta tantangan sosial yang terus berkembang.

“Alhamdulillah, pembukaan Muktamar ke-24 Ikatan Pelajar Muhammadiyah dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan berbagai pihak,” ujar Riandy dalam sambutannya.

Amanat Ketua Umum PP Muhammadiyah

Dalam amanatnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir menekankan pentingnya penguatan nilai ideologis, tradisi keilmuan, dan semangat pembaruan dalam gerakan pelajar. Ia menilai IPM memiliki peran strategis dalam membentuk karakter pelajar yang beriman, berilmu, dan berakhlak.

“IPM harus terus menjadi gerakan pelajar yang berpijak pada iman, ilmu, dan amal, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa,” kata Haedar.

Haedar menegaskan bahwa muktamar bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum evaluasi menyeluruh untuk memperkuat komitmen kebersamaan dan melahirkan keputusan strategis yang berdampak bagi Persyarikatan, umat, dan bangsa.

Ia juga menyinggung identitas IPM yang lekat dengan tradisi literasi melalui semboyan “Nuun wal qolami wa maa yasthuruun” (demi pena dan apa yang mereka tuliskan). Menurutnya, semboyan tersebut harus dimaknai sebagai dorongan bagi kader IPM untuk membangun budaya berpikir kritis, tradisi ilmu, dan semangat pembaruan.

Haedar turut berbagi pengalaman pribadinya sebagai alumni IPM. Ia menekankan bahwa proses kaderisasi merupakan perjalanan panjang pembentukan kepemimpinan, bukan sekadar pergantian posisi struktural. Menurutnya, capaian organisasi tidak akan bermakna tanpa fondasi iman, takwa, tauhid, serta penguasaan ilmu dan keahlian.

Ajakan Bersinergi dengan Pemerintah

Pembukaan muktamar juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan. Dalam sambutannya, ia menyoroti sejumlah arah kebijakan pemerintah yang beririsan dengan penguatan ekonomi rakyat, ketahanan pangan, serta pembangunan sumber daya manusia unggul.

Zulkifli menyampaikan bahwa pemerintahan Presiden RI menempatkan ekonomi rakyat sebagai pilar utama pembangunan nasional. Ia menilai penguatan pedagang kecil, UMKM, dan pelaku usaha rakyat menjadi kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, isu ketahanan pangan dinilainya sangat strategis karena berkaitan langsung dengan kelompok rentan seperti petani, nelayan, dan pekerja.

“Pelajar Muhammadiyah harus menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta kesiapan menghadapi tantangan bangsa di masa depan,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia menambahkan, Muhammadiyah memiliki peran penting dalam mendukung program-program pemerintah, khususnya di bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Zulkifli juga menyinggung pentingnya pemenuhan gizi untuk melahirkan generasi unggul, serta memaparkan sejumlah program pemerintah, mulai dari penguatan ekonomi rakyat, pengembangan koperasi desa, hingga rencana pembangunan Sekolah Rakyat bagi anak-anak terlantar, fakir miskin, dan kelompok rentan.

Di sektor kesehatan dan pendidikan tinggi, ia menyebut pemerintah merencanakan pengembangan kampus kedokteran dan pembangunan rumah sakit baru guna menambah jumlah tenaga dokter di Indonesia.

Pembukaan Muktamar XXIV IPM turut dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Gowa Husniah Talenrang, Bupati Maros Chaidir Syam, dan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif. Kehadiran para kepala daerah tersebut mempertegas dukungan lintas unsur terhadap IPM sebagai bagian penting dari sistem kaderisasi berkelanjutan Muhammadiyah.

Sekitar 6.000 peserta menghadiri pembukaan muktamar secara langsung, sementara kegiatan ini juga disiarkan secara daring melalui TV Muhammadiyah (TVMu) dan kanal YouTube resmi PP IPM.

Melalui forum muktamar ini, IPM diharapkan mampu melahirkan gagasan dan kepemimpinan baru yang berintegritas, berwawasan luas, serta adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan akar ideologis dan tradisi keilmuan Persyarikatan.

Related Posts