BENTENGNEWS.COM - Stroke terjadi ketika aliran darah menuju otak terhenti, sehingga menghambat pasokan oksigen dan nutrisi yang diperlukan.
Akibatnya, sel-sel otak bisa mati dalam beberapa menit dan menyebabkan kerusakan otak dalam jangka lama, bahkan kematian.
Salah satu cara untuk mengurangi risiko stroke yang dianjurkan adalah mengatur hal-hal yang ada dalam kendali diri, termasuk kebiasaan pada malam hari.
Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Stroke pada 2025 menemukan, 84 persen penyakit stroke berkaitan dengan gaya hidup yang bisa diubah.
Berkaca dari studi itu, ahli menyarankan untuk menghentikan beberapa kebiasaan malam berikut untuk mengurangi risiko stroke.
5 kebiasaan malam yang perlu dihindari untuk cegah stroke
Beberapa kebiasaan malam terkadang tanpa disadari bisa memengaruhi risiko stroke seseorang.
Berikut 5 rutinitas malam yang perlu dihindari untuk menurunkan risiko stroke:
1. Terlambat makan malam
Dilansir dari Eating Well, Selasa (29/6/2025), ahli diet khusus kardiovaskular, Michelle Routhenstein mengatakan, terlambat makan malam bisa mengganggu ritme sirkadian tubuh, serta berdampak negatif pada tekanan darah dan metabolisme.
Seiring berjalannya waktu, Routhenstein menyebutkan, kondisi ini bisa meningkatkan risiko masalah kardiovaskular termasuk stroke.
Hal ini didukung oleh penelitian dari Nature Communications pada 2023 yang menemukan bahwa makan malam terlambat setelah pukul 21.00 dan sarapan yang terlambat berkaitan dengan risiko stroke lebih tinggi.
Karena itu, membiasakan untuk sarapan dan makan malam tepat waktu bisa mendukung ritme alami tubuh dan mengurangi risiko stroke.
2. Malas gerak (mager)
Kebiasaan malas bergerak dan berbaring di sofa kerap dianggap wajar, terlebih setelah makan malam serta beraktivitas seharian.
Meski beristirahat penting bagi tubuh, tetapi menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bersantai pada malam hari bisa meningkatkan risiko stroke.
Hal ini terutama bagi mereka yang seharian bekerja dalam posisi duduk yang lama.
Penelitian pada 2021 menemukan, orang yang tidak aktif secara fisik di bawah usia 60 tahun yang menghabiskan lebih dari 8 jam sehari untuk menonton TV tiga setengah kali lebih mungkin mengalami stroke dibanding mereka yang bergerak.
Selain menonton TV, penelitain tersebut juga menyasar aktivitas berdiam diri lain, yakni bermain komputer dan membaca buku.
Karena itu, disarankan untuk berjalan kaki selama 20 menit setelah makan malam untuk membantu pencernaan dan mengontrol gula darah.
3. Minum alkohol sebelum tidur
Sementara itu, dokter di Virginia Garcia Memorial Foundation, Troy Alexander mengatakan, minum satu atau dua gelas alkohol secara rutin setiap malam bisa meningkatkan risiko stroke tanpa disadari.
"Alkohol meningkatkan peradangan dan merusak sel," ujar Alexander.
Hal ini diperkuat oleh penelitian dalam Journal of Sport and Health Science pada 2019 yang menemukan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah sedang dan tinggi dikaitkan dengan risiko stroke lebih besar.
Bahkan, studi tersebut juga menemukan, minum 5 porsi alkohol atau lebih selama satu hari saja dalam sebulan bisa meningkatkan risiko stroke.
Karena itu, dokter menganjurkan untuk mengisi malam dengan minuman teh herbal atau mocktail.
4. Merokok
Dilansir dari Bristol Post, Senin (23/6/2025), dokter jantung di New York, Evan Levine menyarankan untuk menghentikan kebiasaan merokok dan vape.
Sebab, hal tersebut bisa meningkatkan tekanan darah yang berkaitan dengan risiko stroke.
"Bahkan stimulan tersebut (rokok dan vape) memiliki beberapa risiko. Jadi, sebaiknya Anda mengonsumsi dalam dosis serendah mungkin," terang Levine.
Anjuran khususnya ditujukan kepada mereka yang memiliki tekanan darah tinggi.
5. Begadang
Terakhir, kebiasaan begadang untuk menonton TV, bermain ponsel, atau mengerjakan tugas memberikan lebih banyak kerusakan dibanding manfaat bagi tubuh.
Penelitian oleh Sleep Medicine pada 2021 menemukan orang yang tidur lima jam atau kurang setiap malam, memiliki kemungkinan 33 persen mengalami stroke.
Kemungkinan tersebut meningkat menjadi 71 persen bagi mereka yang tidur 8 jam atau lebih setiap malam.
Karena itu, kurang tidur atau terlalu banyak tidur berkaitan dengan meningkatnya risiko stroke.
Dengan demikian, dianjurkan untuk menjaga waktu tidur 8 jam per hari dan bangun pada waktu yang konsisten, termasuk saat akhir pekan.(*)
