Dibeli Rp 3 Triliun, Pemain Termahal Liga Inggris Enggan Berbenturan Badan, Liverpool Tersingkir dari Liga Champions

BENTENGNEWS.COM -- Pemilihan Alexander Isak sebagai starter saat Liverpool tersingkir dari Liga Champions mendapatkan kritikan.

Langkah Liverpool di Liga Champions musim ini akhirnya terhenti di babak perempat final.

Pada laga leg kedua, Selasa (14/4/2026), Si Merah dikalahkan PSG dengan skor 0-2 di kandang sendiri.

Sebelumnya pada leg pertama di Paris, tim asuhan Arne Slot juga kalah dengan skor yang sama.

Keputusan Slot dalam menentukan starting XI untuk leg kedua melawan Paris SG disorot karena dianggap ikut menentukan kegagalan Liverpool.

Secara mengejutkan, Slot memainkan Alexander Isak sebagai starter.

Diganggu cedera dan kondisi yang dari awal sudah tidak fit karena bergabung belakangan lantaran tarik-ulur transfernya dari Newcastle United, Isak terakhir kali menjadi starter pada bulan Desember lalu.

Benar saja, menaruh Isak di starting XI terbukti merupakan keputusan yang buruk.

Isak bermain sangat jelek dan sudah diganti oleh Cody Gakpo pada pergantian babak.

Dengan Gakpo, Liverpool tampil lebih baik bahkan sempat lama menekan PSG di babak kedua sebelum akhirnya kebobolan 2 gol.

"Saya tidak tahu mau bilang apa tentang Alexander Isak," kata mantan bek Liverpool yang menjadi komentator BBC, Stephen Warnock.

"Dia tidak ada di atas lapangan malam ini."

"Dia tidak mau mendapatkan kontak fisik dengan Marquinhos."

"Dia tidak berbenturan badan dengan pemain PSG itu."

"Tidak ada keinginan untuk membangun fondasi buat timnya supaya bisa mendapatkan bola."

"Cody Gakpo berbuat lebih banyak selama 5 menit daripada Isak sepanjang babak pertama."

"Isak tidak fit, dia sama sekali tidak fit. Cedera ada pengaruhnya."

"Tetapi, dengan tidak mengikuti pramusim, dia tidak memiliki kebugaran sedikit pun selama musim ini. Hal itu terlihat jelas."

Warnock sekaligus menyentil keputusan Slot yang memainkan Isak sebagai starter walaupun tahu kondisi penyerangnya itu tidak fit.

"Lalu Anda berpikir bisa menaruh Isak untuk melawan PSG, dalam pertandingan terbesar Anda menghadapi tim terbaik di Eropa."

"Anda berpikir bisa mendapatkan performa yang bagus dari dia. Anda tidak bisa begitu saja menyalakan kemudian mematikannya seperti saklar."

Penampilan buruk yang ikut berperan membuat langkah Liverpool tamat di babak perempat final Liga Champions ini makin memperbesar tekanan kepada Isak.

Liverpool memecahkan rekor transfer di Liga Inggris saat mendatangkan Isak dengan biaya sekitar 125 juta pound atau hampir 3 triliun rupiah.

Performa striker asal Swedia berusia 26 tahun ini tidak sepadan dengan harganya.

Isak baru mencetak 3 gol untuk Liverpool dalam total 19 penampilan di semua ajang.

"Buat saya, perekrutan Alexander Isak di saat-saat terakhir bursa transfer musim panas lalu merusak semuanya di Liverpool," kata pakar sepak bola Prancis, Julien Laurens, kepada BBC.

"Anda mungkin sudah cukup dengan Hugo Ekitike dan tidak menghabiskan 130 juta pound untuk Isak."

"Anda mungkin sudah cukup dengan Florian Wirtz dan barangkali 130 juta pound untuk Isak itu bisa dipakai buat merekrut orang lain.

"Mungkin seorang bek tengah? Bagaimana bisa Marc Guehi tidak datang ke Liverpool? Ini menggelikan," pungkasnya.(*)