BENTNGNEWS.COM - Banyak mahasiswa yang pada akhirnya bekerja tak sesuai dengan jurusan saat kuliah.
Fenomena underemployment atau ketidaksesuaian antara jurusan kuliah dan pekerjaan yang dijalani saat ini acap kali dilakukan siapapun.
Bahkan menjadi tantangan serius bagi dunia kerja global.
Contohnya di Amerika Serikat, data menunjukkan lebih dari separuh lulusan dari jurusan-jurusan tertentu terjebak dalam pekerjaan yang justru tak sesuai gelar akademiknya. Misalnya lulusan S1, mendapat pekerjaan setara lulusan SMA.
Lulusan perguruan tinggi tidak bekerja sesuai jurusan
Underemployment seringnya didefinisikan sebagai kondisi di mana lulusan perguruan tinggi tidak bekerja sesuai dengan jurusan kuliahnya karena jenis pekerjaan di bidang itu tidak memerlukan gelar sarjana.
Penilaian dilakukan berdasarkan survei dan klasifikasi pekerjaan (misalnya O*NET di AS) yang mengecek apakah suatu pekerjaan sering memerlukan gelar sarjana atau tidak.
Bekerja tak sesuai dengan gelar akademik, dialami mahasiswa kuliah jurusan IPA maupun IPS.
Hanya sekitar 50 persen lulusan baru dari sejumlah jurusan yang berhasil memperoleh college-level job dalam tahun pertama setelah lulus.
Salah satu penyebab tingginya angka underemployment adalah kesenjangan antara sistem pendidikan dan kebutuhan industri.
Banyak jurusan masih fokus pada teori akademik, sementara dunia kerja kini lebih menuntut keterampilan teknis dan digital.
Lulusan jurusan kuliah IPA yang sulit cari kerja sesuai bidangnya
Berdasarkan dari laporan Federal Reserve Bank of New York, Minggu (16/11/2025), ada 11 jurusan yang memiliki tingkat underemployment cukup tinggi.
Sementara untuk jurusan kuliah, hanya 2 jurusan IPA yang masuk dalam daftar. Sisanya justru jurusan IPS.
Walau begitu jangan berkecil hati jika jurusanmu ada dalam daftar ini. Sebab data ini berdasarkan survei yang filakukan Federal Reserve Bank of New York.
Kesempatan untuk lulus kuliah dan bekerja sesuai bidang, masih terbuka lebar di beberapa tempat. Berikut infonya:
1. Teknisi Medis (Medical Technicians)
Jurusan Teknisi Medis memiliki tingkat underemployment sekitar 57,9 persen.
Posisi teknisi medis di Amerika Serikat hanya membutuhkan pendidikan tingkat diploma atau associate degree.
Akibatnya, lulusan S1 bidang ini kerap mengisi pekerjaan yang tidak memanfaatkan seluruh kualifikasi akademiknya. Seperti teknisi laboratorium tingkat dasar, asisten medis, atau pekerjaan administratif di rumah sakit.
Teknisi medis bisa berasal dari lulusan Teknik Elektromedik, Teknik Biomedis, atau Analis Kesehatan, tergantung pada jenis spesialisasi yang ingin ditekuni.
Misalnya Jurusan Teknik Elektromedik fokus pada perawatan dan perbaikan alat-alat medis Sementara jurusan Teknik Biomedis berfokus pada perancangan dan inovasi teknologi medis, dan Analis Kesehatan berkaitan dengan analisis sampel laboratorium.
2. Ilmu Hewan dan Tumbuhan (Animal and Plant Sciences)
Jurusan Ilmu Hewan dan Tumbuhan memiliki tingkat underemployment sebesar 53,2 persen. Bidang ini mencakup studi biologi, pertanian, dan zoologi, tetapi sebagian besar posisi riset dan pengembangan di sektor ini memerlukan gelar pascasarjana.
Sehingga, banyak lulusan S1 bekerja di bidang administrasi laboratorium, konservasi dasar, atau layanan teknis pertanian yang tidak menuntut kualifikasi akademik tinggi.
Di Indonesia, sulit menemukan Jurusan Ilmu Hewan dan Tumbuhan. Tetapi bila kamu berminat, dapat memilih Jurusan Biologi.
Alasannya, Jurusan Biologi mempelajari seluruh makhluk hidup, baik hewan, tumbuhan, maupun mikroba.
Alternatif lain adalah jurusan khusus yang memfokuskan pada salah satu aspek. Seperti Kedokteran Hewan untuk hewan, Peternakan untuk hewan ternak, dan Pendidikan Biologi yang mencakup keduanya dari sudut pandang pendidikan.(*)
