Tak Penuhi Syarat Ini, 2 Pemain Arsenal Terancam Tak Dapat Medali Juara Premier League

BENTENGENEWS.COM - Untuk pertama kalinya dalam 22 tahun, Arsenal akhirnya kembali duduk di singgasana sepak bola Inggris. Kepastian gelar Premier League 2025-26 datang pada 19 Mei setelah Manchester City gagal mengalahkan Bournemouth, sekaligus menandai keberhasilan besar proyek pembangunan ulang yang dipimpin Mikel Arteta.

Sejak datang pada 2019, Arteta memang perlahan mengubah wajah Arsenal. Dari tim yang sempat kehilangan identitas dan daya saing, The Gunners kini kembali menjadi kekuatan utama Inggris. Gelar ini pun menjadi trofi liga pertama Arsenal sejak era Invincibles musim 2003-04.

Bagi fans, ceritanya sederhana, Arsenal juara, trofi diangkat, pesta dimulai. Tapi di balik selebrasi itu, ada satu detail menarik yang jarang dibahas. Tidak semua pemain otomatis mendapatkan medali juara Premier League.

Apa Aturan Pembagian Medali Premier League?

Premier League memberikan total 40 medali kepada klub juara untuk dibagikan kepada pemain, staf pelatih, dan orang-orang penting di balik layar klub. Namun, ada syarat utama untuk mendapatkan medali secara otomatis, seorang pemain harus tampil minimal lima kali di Premier League selama musim berjalan.

Aturan ini sebenarnya lebih longgar dibanding masa lalu. Sebelum musim 2012-13, pemain wajib mencatatkan 10 penampilan untuk bisa otomatis menerima medali juara.

Meski terdengar sederhana, aturan ini sering memunculkan situasi rumit. Terutama untuk pemain muda, kiper cadangan, atau anggota skuad yang berkontribusi besar dalam latihan tetapi minim menit bermain.

Sebagian besar skuad utama Arsenal jelas sudah melewati batas minimal lima pertandingan. Nama seperti Ethan Nwaneri juga dipastikan lolos. Gelandang muda tersebut mencatatkan enam penampilan liga sebelum dipinjamkan ke Marseille pada paruh kedua musim. Sesuai aturan Premier League, penampilan sebelum masa peminjaman tetap dihitung.

Ada juga Max Dowman yang sukses mencapai syarat minimal dan kini tercatat sebagai juara Premier League termuda dalam sejarah. Kehadiran para pemain muda ini sekaligus memperlihatkan keberhasilan akademi Hale End dalam menyuplai talenta untuk tim utama Arsenal era Arteta.

Dua Pemain Masih Masuk Zona Abu-Abu

Melansir Sportsmole, situasi paling menarik justru datang dari posisi penjaga gawang. Kepa Arrizabalaga menjadi salah satu nama yang kemungkinan belum otomatis mendapatkan medali. Sepanjang musim, dia menjadi bagian penting skuad Arsenal, tetapi gagal mencatatkan penampilan di Premier League karena kalah bersaing dengan David Raya.

Hal serupa juga dialami Tommy Setford. Kiper muda tersebut hanya tampil di kompetisi piala domestik dan belum bermain di liga. Secara aturan, keduanya belum memenuhi syarat otomatis penerima medali.

Meski begitu, dalam praktiknya klub biasanya tetap memberikan medali diskresioner kepada pemain yang dianggap punya kontribusi penting di balik layar. Apalagi posisi kiper cadangan sering dianggap vital dalam menjaga kualitas latihan dan atmosfer kompetitif di skuad.

Karena Arsenal diperkirakan masih memiliki cukup jatah medali, peluang Kepa dan Setford untuk tetap mendapat penghargaan masih sangat terbuka. Perdebatan soal medali juara memang selalu menarik. Banyak pihak merasa kontribusi dalam sepak bola modern tidak bisa hanya diukur lewat jumlah pertandingan.

Mantan manajer Liverpool Jurgen Klopp bahkan pernah mengkritik aturan batas minimal penampilan. Menurut dia, seluruh pemain yang terlibat dalam perjalanan sebuah tim layak mendapatkan pengakuan.

Dan musim Arsenal kali ini terasa cocok menggambarkan hal tersebut. Kesuksesan The Gunners bukan cuma hasil kerja 11 pemain inti setiap akhir pekan. Ada pemain akademi yang membantu menjaga intensitas latihan, ada kiper cadangan yang mempertahankan standar kompetitif, hingga staf pendukung yang bekerja tanpa sorotan kamera.

Jadi, meski beberapa nama mungkin tidak memenuhi syarat resmi Premier League, kontribusi mereka dalam mengakhiri penantian 22 tahun Arsenal tetap sulit untuk diabaikan.(*)