SIDRAP,BENTENGNEWS.COM – Demi menyelamatkan jalur distribusi pangan nasional, Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bergerak cepat memperjuangkan anggaran pemulihan pascabencana. Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, secara langsung "menggedor" pintu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI untuk mengusulkan dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp15,4 miliar.
Langkah taktis ini dipaparkan langsung oleh Bupati Syaharuddin dalam rapat koordinasi pra-verifikasi yang digelar secara daring (Zoom Meeting) dari ruang kerjanya di Kompleks Perkantoran Pemkab Sidrap, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Senin (25/5/2026).
Dalam forum tersebut, fokus utama Pemkab Sidrap adalah membangun kembali Jembatan Botto di Desa Bulu Cenrana, Kecamatan Pitu Riawa. Jembatan sepanjang 80 meter ini ambruk dihantam banjir bandang pada 3 Mei 2024 lalu dan hingga kini menyisakan persoalan aksesibilitas yang krusial bagi warga setempat.
Menyelamatkan Emas Hijau: Padi dan Jagung Sidrap
Jembatan Botto bukan sekadar infrastruktur penghubung biasa. Jembatan dengan rencana lebar 5 meter ini merupakan urat nadi strategis yang menghubungkan Kecamatan Pitu Riawa dan Kecamatan Pitu Riase. Dua wilayah ini dikenal sebagai salah satu penopang utama lumbung pangan nasional.
"Kami sangat berharap dukungan hibah dari BNPB agar rekonstruksi ini dapat segera terealisasi. Wilayah ini adalah lumbung pangan nasional. Produktivitas para petani kita sangat bergantung pada konektivitas transportasi untuk mobilitas hasil komoditas, baik padi maupun jagung," tegas Syaharuddin dengan penuh harap.
Saat ini, mobilitas warga dan logistik pertanian hanya ditopang oleh jembatan sementara hasil kolaborasi dengan Pemprov Sulsel. Namun, kapasitasnya sangat terbatas dengan batas tonase maksimal hanya 4 ton. Hal ini tentu menghambat truk-truk pengangkut hasil bumi yang membutuhkan kapasitas muatan jauh lebih besar.
Oleh karena itu, estimasi kebutuhan anggaran rekonstruksi permanen sebesar Rp15.454.800.000 dinilai sangat mendesak demi memulihkan roda perekonomian daerah.
Perubahan Paradigma BNPB: Fokus ke Sektor Preventif
Rapat koordinasi yang dibuka oleh Analis Kebencanaan Ahli Madya BNPB, Erwin, menekankan pentingnya akurasi data lapangan. Saat ini, BNPB tengah menggeser fokus penanganan bencana ke arah yang lebih preventif dan terukur.
"Mekanisme pengusulan dimulai dengan penyusunan usulan teknis oleh BPBD, yang kemudian dikaji oleh BPKAD. Setiap usulan wajib disertai fakta lapangan mengenai kerusakan aset yang menghambat pelayanan publik," jelas Erwin dalam arahannya.
Merespons hal tersebut, Bupati Syaharuddin menyatakan komitmen penuh jajarannya untuk bergerak cepat merampungkan seluruh persyaratan administratif. Pemkab Sidrap siap merevisi dokumen teknis, melengkapi data pendukung, serta menyambut tim verifikasi lapangan dari pusat.
"Kami sangat siap untuk mengikuti tahapan selanjutnya. Kami ingin memastikan bantuan hibah ini tepat sasaran, memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi, serta mempercepat kesejahteraan masyarakat Sidrap," pungkasnya optimis.
Dalam pertemuan penting ini, Bupati Sidrap didampingi oleh jajaran kepala dinas terkait, tim teknis, serta jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidrap. Hadir pula Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Hasanuddin, sebagai bentuk dukungan penuh dari pemerintah provinsi.(*)
