Ini Alasan Presiden Prabowo ke Prancis Lagi Menurut Menlu Sugiono

JAKARTA,BENTENGNEWS.COM--Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengungkapkan alasan Presiden Republik Indonesia  Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke Prancis. Kunjungan tersebut dilakukan atas undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Menurut Sugiono, undangan tersebut sebenarnya telah diajukan sebelumnya, namun sempat tertunda karena waktu pelaksanaan yang belum sesuai. Ia menjelaskan, undangan dari Presiden Macron pertama kali disampaikan pada April lalu, namun belum dapat terlaksana.

1. Undangan Macron sempat tertunda

Sugiono mengatakan, rencana kunjungan itu sempat tertunda karena penyesuaian jadwal kedua kepala negara. “Ini adalah undangan dari Presiden Macron yang sebenarnya sempat tertunda,” ujarnya.

Menurutnya, saat kunjungan singkat Presiden RI ke Paris April lalu, Presiden Macron kembali menyampaikan undangan tersebut secara langsung.

“Pada saat kunjungan Presiden kita ke Paris bulan lalu, yang cuma satu hari itu, dalam pertemuan kedua kepala negara waktu itu Presiden Macron kembali mengundang,” kata Sugiono.

Undangan terbaru itu kemudian disertai pengajuan jadwal baru untuk kunjungan kenegaraan.

“Karena sudah diajukan dua kali ini, yang kedua Beliau Presiden memenuhi undangan ini dan hadir di Paris,” ujarnya.

Kunjungan tersebut akan menjadi bagian dari hubungan bilateral Indonesia dan Prancis yang terus berkembang. Pertemuan kedua kepala negara diperkirakan akan membahas sejumlah isu bilateral dan internasional.

2. Kunjungan balasan Indonesia

Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Prancis, Emmanuel Macron, berjabat tangan di depan Candi Borobudur, Kamis (29/5/2025) (Youtube Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Prancis, Emmanuel Macron, berjabat tangan di depan Candi Borobudur, Kamis (29/5/2025) (Youtube Sekretariat Presiden)

Menurut Sugiono, kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis juga menjadi bentuk kunjungan balasan atas kedatangan Presiden Macron ke Indonesia sebelumnya.

“Sebagai kunjungan balasan dari kunjungan Presiden Macron ke Indonesia beberapa waktu yang lalu,” kata Sugiono.

Hubungan Indonesia dan Prancis dalam beberapa tahun terakhir berkembang di sejumlah sektor, termasuk pertahanan, ekonomi, dan kerja sama internasional. Kunjungan kenegaraan tersebut juga menjadi bagian dari komunikasi diplomatik tingkat tinggi antara kedua negara.

3. Mengikuti Salat Idul Adha di Prancis

Presiden Prabowo sudah memulai lawatannya sejak kemarin. Karena bertepatan dengan Idul Adha, ia dan rombongan melakukan salat Idul Adha di KBRI Paris.

Terlihat Prabowo didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya Teddy mengatakan, ada 500 warga negara Indonesia (WNI) yang ikut melaksanakan salat Idul Adha di Wisma Indonesia, Paris.

"Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idul Adha 1447 H bersama lebih dari 500 WNI dan diaspora Indonesia bertempat di halaman Wisma Indonesia, Prancis, pada Rabu, 27 Mei 2026, pada pukul 09.00 waktu setempat (14.00 WIB)," tulis Teddy dalam unggahan di akun Instagram @sekretariat.kabinet.

Usai salat Idul Adha, kata Teddy, Presiden Prabowo menyapa WNI yang ada di Paris. Dalam acara tersebut, ada momen makan bersama.

"Momen ini menjadi ruang silaturahmi yang mempererat kebersamaan warga negara Indonesia di perantauan, dalam suasana penuh kekhidmatan," ucap dia.(*)