Sidrap Siapkan Panggung Megah untuk Porsenijar PGRI Sulsel 2026

SIDRAP,BENTENGNEWS.COM-- - Sebuah hajatan besar siap menghentak Bumi Nene Mallomo. Sidenreng Rappang (Sidrap) kini tengah bersiap menyambut gelombang besar atlet, seniman, dan pendidik dari seluruh penjuru Sulawesi Selatan.

Di bawah temaram lampu halaman Rumah Jabatan Bupati, Kamis malam (4/6/2026), langkah-langkah strategis dirumuskan dalam sebuah rapat pemantapan yang dipimpin langsung oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, bersama Wakil Bupati sekaligus Ketua PGRI Sidrap, Nurkanaah.

Rapat koordinasi ini bukan sekadar seremonial. Diikuti oleh jajaran penting—mulai dari Kasdim 1420 Sidrap, Kasat Lantas Polres Sidrap, perwakilan Kantor Kemenag, para asisten, kepala OPD, camat, hingga panitia pelaksana—pertemuan ini menjadi penanda bahwa Sidrap tidak ingin setengah-setengah dalam menyambut Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Sulsel 2026 yang akan bergulir awal Juli mendatang.

Bagi Bupati Syaharuddin Alrif, Porsenijar bukan sekadar ajang kompetisi olahraga dan seni, melainkan etalase harga diri daerah. Ia menaruh perhatian luar biasa pada detail-detail kecil yang kerap diabaikan, salah satunya adalah kebersihan kota dan kenyamanan hunian bagi para tamu.

"Wajah Sidrap dilihat dari kebersihannya," tegas Syaharuddin di hadapan para peserta rapat. Ia menginstruksikan pembersihan total jalur-jalur kegiatan, memastikan tidak ada sampah berserakan maupun rumput liar yang mengganggu pemandangan.

Tak kalah krusial, urusan logistik dan akomodasi menjadi prioritas utama. Dengan target puluhan ribu peserta, panitia diminta melakukan distribusi pemetaan penginapan secara tertib demi menghindari penumpukan massa di satu titik.

Stadion Ganggawa, yang ditunjuk sebagai episentrum upacara pembukaan dan penutupan serta pusat kompetisi, kini tengah bersolek cepat. Dinas Pemuda dan Olahraga Sidrap mendapatkan mandat penuh untuk mempercepat fase pembersihan, penimbunan area lapangan, pengecatan ulang, hingga instalasi dekorasi modern berbasis LED.

Langkah ini dirancang untuk menghadirkan visualisasi yang megah dan representatif, mencerminkan semangat olahraga modern yang dipadukan dengan kearifan lokal.

Selain stadion, seluruh titik kegiatan dipastikan akan terang benderang. Bupati memerintahkan perbaikan dan penambahan lampu jalan di seluruh lokasi strategis guna mengeliminasi area gelap demi keamanan peserta saat malam hari. Area bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga ditata secara presisi agar roda ekonomi tetap berputar tanpa mengorbankan estetika dan kelancaran alur acara.

Dengan perkiraan mobilisasi massa mencapai 60.000 hingga 80.000 orang, manajemen lalu lintas menjadi tantangan terbesar. Satlantas Polres Sidrap bersama unsur Kodim 1420 dan Dinas Perhubungan tengah menggodok rekayasa lalu lintas yang dinamis.

Rute pawai akbar telah ditetapkan secara resmi, yakni dimulai dari Tugu Tani menuju Stadion Ganggawa. Di sepanjang rute ini, bendera, umbul-umbul, dan atribut kontingen akan ditata secara estetis untuk memberikan kesan visual yang berwibawa bagi para delegasi dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, memproyeksikan bahwa puncak kepadatan massa akan terkonsentrasi pada tanggal 1 dan 2 Juli 2026. Salah satu pemicu utamanya adalah agenda prestisius bertajuk "Jalan Santai Anti Mager".

"Karena adanya jalan santai ini, otomatis seluruh rombongan dari 24 kabupaten/kota memutuskan untuk bermalam di Sidrap. Kami dari panitia telah memastikan kesiapan seluruh tempat penginapan agar para peserta merasa aman, nyaman, dan betah selama berada di sini," ungkap Nurkanaah yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Sidrap.

Untuk menyambut kedatangan para pejabat teras dan pimpinan daerah yang mewakili bupati/wali kota masing-masing daerah, panitia menerapkan sistem penjemputan khusus. Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sidrap telah ditugaskan secara bergiliran sebagai pendamping tamu VIP guna memastikan pelayanan protokol berjalan prima.

Porsenijar PGRI Sulsel 2026 bukan sekadar panggung olahraga bagi para guru dan pendidik. Bagi Kabupaten Sidrap, ini adalah momentum sport tourism terbesar tahun ini. Keputusan mendatangkan 80 ribu massa berpotensi memberikan dampak ekonomi luar biasa bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM lokal.

Namun, sebagaimana ditekankan Bupati Syaharuddin, tenggat waktu 24 hari adalah ujian koordinasi yang nyata. Keberhasilan acara ini akan sangat bergantung pada bagaimana instruksi cepat dari jajaran pimpinan dieksekusi secara presisi di lapangan oleh para panitia teknis.

Jika Sidrap berhasil mengatasi tantangan kebersihan, kemacetan, dan akomodasi ini, maka Bumi Nene Mallomo akan mencatatkan sejarah baru sebagai tuan rumah terbaik turnamen olahraga multi-event di Sulawesi Selatan.(*)