FIFA Minta Haiti Ubah Jersey Piala Dunia 2026, Ada Apa?

BENTENGNEWS.COM--FIFA meminta Tim Nasional Haiti melakukan perubahan pada desain jersey yang akan digunakan dalam ajang Piala Dunia 2026.

Permintaan tersebut muncul setelah badan sepak bola dunia itu menilai beberapa elemen visual pada seragam baru Haiti berpotensi ditafsirkan sebagai pesan politik.

Kabar ini menjadi perbincangan di kalangan pecinta sepak bola internasional karena desain jersey tersebut sebenarnya dibuat sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah bangsa Haiti. 

Dalam rancangan yang diperkenalkan oleh produsen apparel Saeta, terdapat ilustrasi yang menggambarkan Pertempuran Vertières, salah satu momen paling penting dalam perjalanan negara tersebut menuju kemerdekaan.

Baca Juga: PSIS Semarang Dirumorkan Akan Mendatangkan Eks Pemain Timnas Indonesia Syahrian Abimanyu untuk Liga 2 musim 2026/2027

Pertempuran Vertières yang terjadi pada tahun 1803 dikenal sebagai pertempuran penentu dalam revolusi Haiti melawan kolonial Prancis. 

Kemenangan dalam pertempuran tersebut membuka jalan bagi Haiti untuk mendeklarasikan kemerdekaannya dan menjadi negara merdeka pertama di kawasan Karibia yang dipimpin oleh mantan budak.

Saat desain jersey itu pertama kali beredar di media sosial, banyak penggemar yang mengira ilustrasi pada bagian depan seragam berkaitan dengan bendera Polandia. 

Anggapan tersebut muncul karena sejarah mencatat sejumlah tentara Polandia pernah membantu perjuangan rakyat Haiti dalam masa revolusi.

Namun, sejumlah laporan menyebut bahwa elemen visual tersebut sebenarnya merujuk pada bendera pertama Haiti setelah kemerdekaan, sekaligus menjadi simbol perjuangan nasional yang memiliki nilai historis tinggi bagi masyarakat setempat.

Meski demikian, FIFA memiliki aturan ketat terkait penggunaan simbol atau pesan yang dapat dianggap mengandung unsur politik, agama, atau ideologi dalam perlengkapan pertandingan resmi. Karena alasan itu, organisasi tersebut meminta adanya penyesuaian terhadap desain yang diajukan sebelum mendapat persetujuan akhir.

Pihak Saeta kemudian memberikan klarifikasi melalui pernyataan resmi. Mereka menegaskan bahwa desain jersey tersebut dibuat sebagai penghormatan kepada para pria dan wanita Haiti yang telah berkontribusi bagi masa depan negara, bukan untuk menyampaikan pesan politik.

Baca Juga: Berikut Statistik Permainan, Gol, dan Assist 4 Pemain Persebaya Surabaya yang Perpanjang Kontrakadur

Dalam pernyataannya, Saeta menjelaskan bahwa selama proses evaluasi, FIFA menilai beberapa elemen visual dapat ditafsirkan secara berbeda berdasarkan regulasi yang berlaku. 

Oleh sebab itu, modifikasi pada desain diminta agar seragam memenuhi seluruh ketentuan kompetisi internasional.

Hingga saat ini belum ada penjelasan rinci mengenai bagian mana yang harus diubah ataupun seperti apa desain akhir yang nantinya akan digunakan Haiti pada turnamen mendatang.

Kasus ini kembali menunjukkan bagaimana FIFA berupaya menjaga netralitas dalam ajang sepak bola internasional. 

Di sisi lain, keputusan tersebut juga memunculkan diskusi mengenai batas antara penghormatan terhadap sejarah nasional dan interpretasi politik dalam sebuah desain olahraga.

Meski harus melakukan penyesuaian, Haiti dipastikan tetap dapat menampilkan identitas budaya dan sejarahnya dalam versi desain yang telah direvisi sesuai ketentuan FIFA. (*)