Disebut Duta Perusahaan Judi, Pirlo Dihalang-halangi Jadi Pelatih Timnas Italia

BentengNews.Com--Kondisi di Timnas Italia makin runyam setelah Paolo Maldini dikabarkan mengancam akan mundur dari jabatannya jika Andrea Pirlo tidak dijadikan pelatih.

Timnas Italia sedang mencari pelatih baru setelah Gennaro Gattuso gagal meloloskan mereka ke Piala Dunia 2026.

FIGC menunjuk legenda AC Milan dan Gli Azzurri, Paolo Maldini, untuk menjadi direktur teknik bersama Leonardo.

Maldini sempat mencoba merekrut Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola tetapi upayanya gagal.

Sang mantan bek lantas berpaling pada legenda Timnas Italia lainnya yang juga eks rekan seklubnya di Milan, Andrea Pirlo.

Tetapi, kabar penunjukan Pirlo langsung disambut oleh gelombang penolakan.

Sebagian besar publik Italia skeptis pada kapasitas Pirlo.

Eks gelandang itu memang bagus sebagai pemain, tetapi tidak sebagai pelatih.

Sepanjang kariernya sebagai juru taktik, Pirlo pernah diberhentikan dari pekerjaannya karena dianggap tidak memenuhi target di Juventus dan Sampdoria.

Sekarang malah muncul handicap baru bagi pria berusia 47 tahun itu.

Dia ternyata punya kontrak sebagai duta global bagi perusahaan taruhan asal Rusia, Fonbet.

Hukum di Italia melarang siapapun yang menjalankan "tugas negara" terasosiasi dengan perusahaan taruhan.

Pekerjaan Pirlo sebagai pelatih Timnas Italia termasuk dalam kategori ini sehingga statusnya sebagai duta Fonbet dapat dipakai untuk menghalangi dia menjadi juru taktik Gli Azzurri.

Gelombang penolakan terhadap Pirlo pun semakin deras muncul, bahkan dari kalangan politisi.

Status Rusia yang sedang dihukum dunia internasional karena menginvasi Ukraina ikut dibawa-bawa.

Sementara itu, Presiden FIGC, Giovanni Malago, juga tidak mengeluarkan pernyataan yang mendukung Pirlo setelah isu duta Fonbet ini muncul.

Merasa disudutkan, Andrea Pirlo mengeluarkan pernyataan lewat akunnya di media sosial.

"Dalam beberapa hari terakhir, saya melihat dengan kesedihan yang besar soal debat yang berkembang terkait nama saya dan kemungkinan mengambil pekerjaan sebagai pelatih Timnas Italia," tulisnya.

"Menghormati institusi, federasi, dan semua orang yang terlibat, saya memilih diam sampai sekarang."

"Tetapi, saya merasa perlu untuk mengklarifikasi beberapa aspek tertentu."

"Sepanjang karier saya, sebagai pemain maupun pelatih, saya selalu mengerjakan tugas dengan menghormati penuh hukum yang berlaku di negara tempat saya bekerja dan kontrak yang saya tandatangani."

"Kolaborasi profesional yang sekarang menjadi alasan kontroversi adalah bagian dari pengalaman kerja saya di Uni Emirat Arab dan kontrak itu sepenuhnya untuk komersial serta olahraga."

"Menyematkan isu politis ke dalam kolaborasi ini berarti memberikan tuduhan kepada saya untuk hal-hal yang tidak pernah saya lakukan."

"Saya ingin berterima kasih kepada Maldini dan Leonardo untuk rasa hormat dan kepercayaan yang mereka berikan kepada saya."

"Saya memahami kompetensi, keseriusan, dan rasa cinta mereka kepada sepak bola Italia."

"Saya menyesal bahwa sebuah pilihan olahraga dengan cepat terseret menjadi konfrontasi publik yang pada akhirnya menjelekkan nama saya."

"Rasa cinta kepada Italia tidak bergantung pada sebuah pekerjaan. Itu bagian dari sejarah dan identitas saya serta akan terus bersama saya, selalu."

Sekarang situasi kursi pelatih di Timnas Italia menjadi runyam.

Bukan hanya karena Pirlo tampaknya sudah menjauhkan dirinya dari rencana dia menjadi pelatih Gli Azzurri.

La Gazzetta juga mengabarkan bahwa Paolo Maldini mengancam akan mundur apabila Pirlo dihalang-halangi menjadi pelatih Timnas Italia pilihannya.

Maldini diketahui sebagai sosok yang tidak segan merealisasikan ancamannya untuk mundur apabila merasa dirinya tidak diberi kekuatan untuk bekerja.

Sang mantan bek sudah pernah mundur dari jabatan direktur teknik AC Milan karena merasa keinginannya tidak dipenuhi oleh pemilik klub.(*)