JAKARTA,BentengNews.Com--Kepolisian Malaysia membeberkan alur perjalanan pilot maskapai Malaysia Airlines, Mohd Saudi bin Othman, yang membawa narkoba ke Indonesia hingga akhirnya ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Dari hasil penyelidikan terbaru, barang haram tersebut diketahui diambil dari sebuah apartemen di Ampang, Malaysia, sebelum sang pilot melakukan penerbangan menuju Jakarta.
Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika Bukit Aman, Hussein Omar Khan, mengonfirmasi bahwa kepolisian telah melacak lokasi pengambilan narkoba tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran rekam jejak kepolisian, alur pergerakan tersangka dimulai pada 28 Juli pagi saat ia tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Setibanya di KLIA, pilot tersebut melakukan check-in bagasi yang telah diisi narkoba, lalu meninggalkannya di bandara.
Setelah menaruh bagasi tersebut, sang pilot tidak langsung bertolak ke Indonesia, sebagaimana dilansir New Straits Times. Dia justru terbang terlebih dahulu ke Kota Kinabalu, lalu kembali lagi ke Kuala Lumpur.
Dari Kuala Lumpur, pilot itu baru terbang menuju Jakarta dengan membawa serta bagasi berisi narkoba yang ditinggalkannya sejak pagi. Namun, setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, aksi tersebut terhenti setelah dia ditahan oleh petugas Bea Cukai Indonesia.
Mengenai asal-usul barang haram tersebut, Hussein mengonfirmasi bahwa tersangka mengambil sendiri pasokan narkoba dari sebuah apartemen di Ampang sebelum berangkat ke bandara.
"Kami sedang melihat seluruh spektrum kegiatan distribusi ini," ujar Hussein dalam sebuah konferensi pers.
"Pertama, kami menyelidiki bagaimana ia memperoleh pasokan tersebut di dalam negeri. Kami mendeteksi bahwa ia mengambil pasokan itu dari sebuah apartemen di Ampang," kata Hussein.
Dia menambahkan, kepolisian juga telah mengantongi nomor telepon yang digunakan dalam transaksi tersebut.
"Kami juga telah mendapatkan nomor telepon yang dihubungi, dan hal ini sedang ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian," lanjutnya.
Jaringan internasional Hussein menjelaskan bahwa kepolisian membagi penyelidikan kasus ini ke dalam tiga aspek utama.
Pertama, menelusuri bagaimana tersangka memperoleh pasokan narkoba di dalam negeri.
Kedua, mendalami bagaimana pilot beserta bagasinya bisa lolos dari pemeriksaan sistem keamanan di KLIA.
Ketiga, mengungkap keterkaitan tersangka dengan jaringan perdagangan narkoba internasional yang beroperasi di Indonesia. Kepolisian Malaysia juga menjalin kerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk membongkar seluruh operasional sindikat.
Tim penyidik Malaysia masih menunggu izin dari otoritas Indonesia untuk terbang ke Jakarta guna memeriksa tersangka secara langsung. "Tujuannya adalah untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut dari otoritas Indonesia dan membantu penyelidikan kami yang sedang berlangsung," jelas Hussein.(*)
