Seluruh Kursi Terisi di Nobar Film Toko Perlengkapan Mayat yang Digelar Ketua PBB Sulsel

MAKASSAR,BentengNews.com--Sebanyak 120 kursi di Theatre 5 Cinema XXI Makassar Town Square (M'Tos) terisi penuh dalam acara nonton bareng (nobar) film Toko Perlengkapan Mayat yang digelar oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Sulawesi Selatan, Selasa (18/8/26) malam.

Nobar ini sebagai bentuk dukungan terhadap karya sineas lokal Makassar yang berhasil menembus jaringan bioskop nasional tanpa melalui perusahaan distribusi film yang selama ini menguasai industri film nasional.

Suasana nobar makin semarak karena dihadiri sutradara, aktor, aktris, dan para kru. 

Ketua DPW PBB Sulsel, Mochammad Yaza Azhari Britain, mengaku puas melihat antusiasme masyarakat menyaksikan film tersebut.  Yaza mengatakan, pihaknya ingin memberi apresiasi nyata kepada para pembuat film lokal dengan cara menonton karya mereka di bioskop. Ia menilai langkah sederhana itu penting untuk mendorong ekosistem film di daerah agar terus tumbuh. 

“Cara paling sederhana menghargai sebuah karya adalah menonton filmnya di bioskop. Apalagi, filmnya memberikan pesan moral yaitu jangan melakukan pesugihan, serta kita harus memiliki empati kepada sesama,” ujarnya.

Yaza juga menyebut, pembelian tiket satu studio bukan soal nilai finansial, melainkan bentuk dorongan moral bagi para sineas muda Makassar.

Sebelumnya, ia memang berencana membooking satu studio di jaringan Cinema XXI M’Tos untuk mengajak pengurus DPW, DPC, kader PBB, dan masyarakat umum menonton bersama film tersebut.

Peran Armhada Sijaya

Film Toko Perlengkapan Mayat menampilkan Armhada Sijaya sebagai Daeng Sarro, tokoh utama yang menjadi pusat konflik cerita.

Dg Sarro digambarkan sebagai pemilik toko perlengkapan jenazah yang nekat melakukan ritual pesugihan demi melariskan usaha keluarganya. Jalan pintas ke pesugihan ini karena alasan ekonomi dan ketidakpedulian masyarakat sekitarnya terhadap masalah yang dihadapi Dg Sarro dan keluarganya.

Armhada Sijaya, aktor asal Sulawesi Selatan yang juga sukses memerankan tokoh Jarre di film Doti, memiliki pengalaman panjang di dunia seni peran, mulai dari teater, film independen hingga film yang diprosuksi secara komersil dan tayang di bioskop nasional.

Pengalaman itu membuatnya dipercaya memerankan karakter yang penuh konflik batin tersebut.

Film ini juga disebut sebagai kolaborasi pelaku industri kreatif Indonesia Timur, terutama Makassar, dengan latar cerita yang kuat pada tradisi, keluarga, dan konsekuensi dari keputusan bersekutu dengan kekuatan gaib.

Dorong Ekosistem Film Daerah

Film Toko Perlengkapan Mayat digarap oleh sineas lokal Makassar dan berhasil tayang di jaringan bioskop nasional sejak 6 Agustus 2026. Keberhasilan itu dipandang sebagai bukti bahwa karya daerah mampu bersaing bila memiliki kualitas cerita, produksi, dan distribusi yang baik.

Sutradara Surya Darmawan sebelumnya menyebut film yang masuk ke jaringan bioskop nasional harus melalui seleksi ketat dan mempertimbangkan kualitas serta potensi komersial.

Nobar yang digelar DPW PBB Sulsel ini sekaligus memperlihatkan dukungan politik terhadap ruang kreatif anak muda daerah.

Di Makassar, dukungan seperti ini dinilai dapat memperkuat kepercayaan publik bahwa karya lokal layak mendapat tempat yang sama dengan produksi nasional

Karena itu, kehadiran film karya anak Makassar di layar lebar dinilai menjadi pencapaian penting bagi perfilman lokal.(*)