Bupati Sidrap Cek Sawah Arateng, Serahkan 18 Pompa Air untuk Petani

SIDRAP, BENTENGNEWS.COM--Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mengecek kondisi persawahan di Arateng, Kelurahan Tellu Limpoe, Kecamatan Watang Pulu, yang terdampak kekeringan akibat fenomena El Nino, Senin (31/8/2026). 

Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyerahkan 18 unit pompa air untuk membantu petani memenuhi kebutuhan air di lahan persawahan.

Syaharuddin melihat langsung kondisi lahan pertanian sekaligus meninjau Danau Sidenreng untuk memastikan kondisi sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat. 

Penurunan debit air danau turut berdampak terhadap ketersediaan air bagi lahan pertanian di sekitar Arateng.

Usai meninjau persawahan, Syaharuddin menyerahkan 18 pompa air kepada petani. Pompa tersebut akan dimanfaatkan secara bersama oleh kelompok tani untuk mengoptimalkan sumber air yang masih tersedia.

"Saya langsung telepon Dinas Pertanian setelah melihat kondisi masyarakat. Kita bawa 18 pompa. Pompa ini menjadi milik bersama, semua kelompok tani silakan dipakai," kata Syaharuddin.

Menurutnya, bantuan pompa menjadi salah satu langkah yang disiapkan pemerintah untuk menghadapi kondisi kekeringan. 

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah alternatif sumber air agar kebutuhan petani tidak hanya bergantung pada aliran air melalui saluran tersier.

Syaharuddin menyebut, salah satu langkah yang akan dilakukan yakni mengupayakan pengaliran air dari jaringan ledeng. 

Jika debit air memungkinkan, pompa berukuran kecil dapat digunakan untuk mengambil air dari jaringan tersebut menuju area pertanian.

"Besok akan dibantu alirkan air dari ledeng. Kalau ada air dari ledeng, kita pakai pompa kecil untuk mengambil air dari irigasi," ujarnya.

Pemerintah juga akan mengoptimalkan sumber air dari Danau Sidenreng. Syaharuddin meminta pemilik pompa yang berada di sekitar danau ikut mengupayakan pemanfaatan air yang masih tersedia.

"Air dari danau harus kita usahakan. Semua yang punya pompa di situ harus diusahakan pompanya," katanya.

Selain itu, pengerukan di sekitar sumber air akan dilakukan untuk membantu mengalirkan air dari danau. Saluran air yang berada di sekitar sungai juga akan dioptimalkan dengan melibatkan kelompok tani melalui kerja bakti.

Syaharuddin turut menyoroti pompa berukuran enam inci yang mengalami kerusakan. Ia menyatakan akan mengganti pompa tersebut agar dapat kembali dimanfaatkan petani.

Untuk pompa Serasi, pemerintah akan memberikan bantuan perpipaan. Pipa yang tersedia saat ini memiliki panjang sekitar 100 meter dan akan diperpanjang hingga mencapai saluran tersier.

"Pompa Serasi pipanya baru 100 meter. Nanti kita berikan bantuan perpipaan supaya pipanya ditambah dan ditarik sampai ke tersier," jelasnya.

Selain memastikan ketersediaan air, pemerintah juga menyiapkan perbaikan jalan tani untuk mendukung aktivitas pertanian. 

Syaharuddin menyebut terdapat sekitar 8 kilometer jalan tani yang perlu ditangani, dengan sekitar 3 kilometer telah dipersiapkan untuk dikerjakan.

"Saya cek tadi ada kurang lebih 8 kilometer yang akan kita kerjakan. Tiga kilometer sudah kita persiapkan," katanya.

Syaharuddin optimistis berbagai sumber air yang tersedia masih dapat dimanfaatkan untuk membantu petani menghadapi kekeringan.

"Potensi air kita banyak sekali. Kendalanya selama ini karena hanya terbiasa menunggu air lewat tersier. Saya sangat optimistis, saya yakin bisa," tegasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata beserta jajaran, Anggota DPRD Sidrap Albar, jajaran Dinas TPHPKP (Pertanian), Camat Watang Pulu, Lurah Arateng beserta jajaran, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta kelompok tani.(*)