Mirwan Suwarso Lepas Kursi VIP ke Suporter Tertua, Como Menang di Lapangan dan Hati Masyarakat!

COMO,BentengNews.com--Como 1907 bukan hanya membuat kejutan dengan mengalahkan RB Leipzig 4-1 pada debut Liga Champions di Giuseppe Sinigaglia, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB, tetapi juga menunjukkan penghormatan kepada suporter yang setia menemani klub melewati masa sulit sepak bola Italia.

Presiden Como 1907 Mirwan Suwarso bahkan menyerahkan kursi VIP miliknya kepada pendukung tertua.

Kemenangan 4-1 atas RB Leipzig membuat Como 1907 menjadi satu-satunya klub Italia yang meraih kemenangan pada matchday pertama Liga Champions.

Pasukan Cesc Fabregas tampil meyakinkan di hadapan publik Giuseppe Sinigaglia, sekaligus menghadirkan malam bersejarah bagi klub yang dalam waktu relatif singkat mampu bertransformasi dari sepak bola kasta bawah Italia menuju panggung elite Eropa.

Mengapa Mirwan Suwarso menyerahkan kursi VIP?

Keputusan Mirwan Suwarso melepas kursi VIP dilakukan karena Como 1907 menghadapi keterbatasan kapasitas stadion dan tingginya permintaan tiket untuk laga kontra RB Leipzig.

Suwarso bersama sejumlah petinggi klub memilih memberikan tempat mereka kepada suporter yang sudah mengikuti perjalanan Como 1907 selama puluhan tahun.

Stadion Giuseppe Sinigaglia sudah penuh untuk laga bersejarah tersebut, sementara kapasitas pertandingan Eropa lebih kecil dibandingkan laga Serie A.

Situasi itu membuat klub harus menentukan siapa yang paling layak mendapatkan kesempatan menyaksikan langsung debut Como 1907 di Liga Champions.

Suwarso ingin kursi tersebut diberikan kepada suporter yang lahir pada 1950 atau sebelumnya.

Kelompok tersebut dianggap sebagai bagian dari sejarah hidup Como 1907 karena mereka sudah mendukung klub jauh sebelum era pemain bintang, investasi besar, serta sorotan media internasional datang.

"Tiket pertandingan di stadion ini sudah habis terjual. Mengingat kapasitas yang dikurangi dan terbatasnya jumlah tiket yang tersedia, sayangnya kami tidak dapat mengakomodasi semua orang yang ingin hadir," tulis Suwarso melalui akun Instagram resminya.

"Namun, saya dan beberapa pengurus klub telah memutuskan untuk melepas kursi kami untuk pertandingan ini."

Suporter tertua Como 1907 jadi saksi sejarah

Pilihan untuk memprioritaskan suporter kelahiran 1950 atau sebelumnya memiliki makna kuat bagi Como 1907.

Mereka bukan sekadar penonton yang membeli tiket pertandingan Liga Champions, melainkan generasi pendukung yang tetap bertahan ketika klub mengalami periode paling sulit dalam sejarahnya.

Como 1907 pernah melewati kebangkrutan dan bahkan bermain di kompetisi amatir Italia sebelum akhirnya kembali menuju level tertinggi.

Kini, klub yang didukung Djarum Group itu tampil di Liga Champions dengan proyek modern yang memperluas merek Como 1907 ke panggung global.

Perubahan tersebut membuat Como 1907 menjadi salah satu kisah paling menarik di sepak bola Eropa.

Di tengah pembangunan citra internasional dan modernisasi klub, manajemen tetap berusaha menjaga hubungan dengan komunitas lokal yang mempertahankan identitas Como selama puluhan tahun.

Suwarso menegaskan alasan pemilihan kelompok tersebut dalam pesannya kepada suporter.

"Kami ingin hal itu diberikan kepada para penggemar yang telah menunggu paling lama: mereka yang lahir pada tahun 1950 atau sebelumnya, yang telah mengikuti perjalanan Como melewati setiap liga dan era," tulisnya.

Mengapa kapasitas Giuseppe Sinigaglia berkurang?

Keterbatasan tiket untuk debut Liga Champions Como 1907 juga dipengaruhi aturan UEFA dan kondisi stadion.

Giuseppe Sinigaglia memang dapat menampung lebih dari 12.000 penonton untuk pertandingan liga, tetapi kapasitasnya turun menjadi sekitar 11.000 penonton untuk pertandingan Liga Champions.

Penurunan kapasitas tersebut berkaitan dengan sejumlah persyaratan regulasi kompetisi Eropa.

Bagian Distinti di stadion masih menggunakan struktur tubular yang tidak memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan yang ditetapkan UEFA untuk pertandingan antarklub Eropa.

Como 1907 sebelumnya melakukan sejumlah pekerjaan renovasi sepanjang musim panas demi memenuhi tuntutan UEFA.

Proyek tersebut mencakup pembangunan kembali Curva Ovest secara menyeluruh, pelebaran dan penataan ulang lapangan, serta peningkatan sistem pencahayaan, fasilitas media, dan area hospitality.

Kondisi itu membuat jumlah kursi yang tersedia untuk pertandingan melawan RB Leipzig menjadi semakin terbatas.

Ketika permintaan tiket jauh melampaui kapasitas sekitar 11.000 penonton, keputusan petinggi klub untuk menyerahkan kursi VIP kepada suporter tertua menjadi simbol penghormatan terhadap loyalitas generasi lama.

Como 1907 rayakan debut Liga Champions dengan kemenangan

Penghormatan kepada suporter tersebut akhirnya mendapat penutup sempurna setelah Como 1907 menang telak 4-1 atas RB Leipzig.

Martin Baturina dan Anastasios Douvikas membawa tuan rumah unggul 2-0 pada babak pertama sebelum Assane Diao memperbesar keunggulan menjadi 3-0.

RB Leipzig sempat memberikan perlawanan melalui Andrija Maksimovic yang memperkecil skor menjadi 1-3. Namun, Maximo Perrone memastikan pesta Como 1907 dengan gol keempat pada penghujung pertandingan.

Kemenangan tersebut membuat debut Como 1907 di Liga Champions terasa semakin istimewa bagi suporter yang hadir langsung di Giuseppe Sinigaglia.

Bagi mereka yang sudah mengikuti klub sejak masa kebangkrutan hingga kompetisi amatir, malam 11 September 2026 menjadi bukti jika perjalanan panjang tersebut akhirnya membawa Como 1907 ke panggung tertinggi Eropa.

Bagi manajemen Como 1907, kemenangan 4-1 bukan satu-satunya cara untuk membuat sejarah.

Keputusan Mirwan Suwarso dan sejumlah petinggi klub memberikan kursi VIP kepada suporter kelahiran 1950 atau sebelumnya memperlihatkan upaya menjaga hubungan dengan generasi yang ikut mempertahankan klub hingga akhirnya mampu menikmati malam Liga Champions.(*)