BentengNews.Com--Alwi Farhan gagal melanjutkan perjuangannya di Denmark Open 2026 setelah kalah dari jagoan tuan rumah Anders Antonsen pada babak perempat final.
Bertanding di SJF Bank Arena, Jumat (16/10/2026) malam WIB, Alwi menyerah dua gim langsung dengan skor 17-21, 16-21 dalam tempo 56 menit.
Selepas pertandnigan, Alwi mengaku Antonsen mampu memanfaatkan karakter shuttlecock yang melaju cepat untuk mengendalikan jalannya pertandingan.
Pengalaman dan kualitas Antonsen membuat Alwi kesulitan menjalankan strategi yang telah disiapkan.
"Tidak mudah pertandingan hari ini, bolanya cukup kencang dan Antonsen bisa mengontrol itu dengan cukup baik," ucapnya.
"Dia tetap bisa mengontrol agar bolanya nggak gampang mati sendiri. Itu world class top elite level dan saya harus akui."
Alwi Soroti Fleksibilitas Permainan Antonsen
Selain penguasaan permainan, Alwi menilai kemampuan Antonsen mengubah strategi menjadi salah satu pembeda. Menurutnya, pemain elite mampu beradaptasi ketika rencana awal tidak berjalan sesuai harapan.
Alwi juga mengungkapkan bahwa beberapa pukulan Antonsen pada gim pertama membuatnya terlambat mengantisipasi arah bola. Hal itu menjadi evaluasi penting untuk menghadapi turnamen berikutnya.
"Memang kadang dengan apa yang kita planning semuanya enggak berjalan dengan yang kami mau, tetapi mereka (world class top elite) bisa mengubah dan lebih fleksibel untuk menyesuaikan pola dan kebutuhan yang ada di lapangan," ucapnya.
"Ini yang harus juga saya punya ke depan."
Kekalahan ini menjadi bahan pembelajaran bagi Alwi yang masih ingin meningkatkan performanya.
Sementara itu, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di semifinal Denmark Open 2026. Mereka dijadwalkan menghadapi pasangan China Liang Wei Keng/Wang Chang.(*)
