3 Polemik di Balik Kemenangan Telak Barcelona, Kapten Real Betis: Mereka Diperlakukan Berbeda! Yamal Dianggap Provokator

BentengNews.Com--Awak Real Betis menilai Barcelona mendapatkan perlakuan berbeda dari wasit setelah memenangi duel kontroversial di pekan ke-9 Liga Spanyol.

Hal tersebut diungkapkan bek sayap Los Verdiblancos yang juga jebolan akademi Barcelona, Hector Bellerin.

Pria 31 tahun yang menjabat kapten Real Betis dalam bentrokan di La Cartuja, Sabtu (17/10/2026), menyoroti sejumlah keputusan wasit Ricardo de Burgos.

Barca melibas tuan rumah 5-2, tetapi hasil ini diwarnai banyak polemik yang dianggap merugikan Betis.

Setidaknya ada tiga insiden penting yang dianggap menguntungkan sang petahana dalam meraih kemenangan kesembilan di Liga Spanyol musim ini.

Polemik pertama soal keputusan De Burgos menganulir gol super Giovani Lo Celso.

Gelandang Argentina itu sempat mengubah kedudukan 2-2 pada menit ke-43 melalui tembakan voli di luar kotak penalti sambil memutar badan.

Torehan epiknya dibatalkan setelah De Burgos menerima laporan dari ruang kontrol VAR.

Sebelum gol terjadi, striker Betis, Cucho Hernandez, terpantau melakukan handball saat mengontrol bola sambil dikawal Gerard Martin.

Pihak Los Verdiblancos melancarkan protes karena insiden ini sudah terpaut sekitar 15 detik dari tembakan maut Lo Celso.

Ada pula klaim lengan Cucho tak sengaja menyentuh bola akibat efek dorongan Martin.

Interpretasi Burgos diperdebatkan karena alur serangan sempat dihalau Barca melalui blok Jules Kounde dan upaya Karim Adeyemi menyambut bola liar.

Akan tetapi, wasit menilai aksi-aksi tersebut tetap masuk satu rangkaian dalam fase penyerangan (attacking possession phase) dari proses gol Betis karena Barca tidak bisa merebut kontrol bola.

Polemik kedua menyoal keabsahan gol ketiga Barcelona yang dicetak Gabriel Jesus pada menit ke-51.

Striker Brasil itu menjebol gawang tuan rumah dengan mendorong bola hasil umpan Yamal.

Sebelum gol terjadi, ada dua insiden yang dipertanyakan pihak Betis.

Fermin Lopez diduga melakukan aksi berbahaya saat merebut bola dari Facundo Bernal dengan mengangkat kakinya tinggi-tinggi sebelum melepas umpan kunci kepada Yamal.

Awak Los Verdiblancos juga menilai Yamal berada dalam posisi offside saat menerima umpan Fermin.

Hector Bellerin mempertanyakan, kalaupun gol Jesus itu sah, kenapa De Burgos tidak memantaunya kembali lewat VAR.

Wasit memberikan perlakuan berbeda dalam memandang insiden gol Jesus dan Lo Celso.

"Ada beberapa keputusan wasit yang tidak adil. Handball (Cucho) yang terjadi akibat dorongan dan ada tindakan berbahaya (Fermin)," kata Bellerin kepada DAZN.

"Namun, keduanya tidak dihukum dengan cara yang sama," ucap alumni La Masia yang memperkuat tim senior Barca pada 2022-2023 setelah kenyang berkarier di Arsenal.

Yamal Provokator?

Adapun insiden ketiga yang disorot publik ialah keputusan wasit mengartu merah Bernal akibat konfrontasi dengan Yamal.

Gelandang Uruguay itu diusir wasit setelah tampak mengadu-adukan kepalanya dengan Yamal.

Aksi Yamal mendorong Bernal dinilai sebagai tindak provokasi yang memicu konflik. Tetapi akhirnya sang wonderkid yang berguling-guling di lapangan.

Ia tampak sangat kesakitan sambil menutup wajah. Yamal hanya disanksi kartu kuning.

Pengusiran Bernal terbukti menjadi momentum Barcelona mempertegas dominasi.

Dalam kondisi sedang unggul 3-2, Blaugrana menambah dua gol lagi saat tinggal melawan 10 pemain.

"Keputusan-keputusan yang absurd dan tak dapat dijelaskan," ucap pelatih Real Betis, Manuel Pellegrini, dikutip BolaSport.com dari Marca.

"Mereka (wasit) membuat kami bermain dengan 10 orang dan menganulir sebuah gol, sungguh tidak masuk akal."

"Handball Cucho tidak berpengaruh pada gol tersebut. Untuk gol ketiga Barca, dia (Fermin) mengangkat kakinya ke arah kepala dan VAR tidak meninjaunya."

"Lalu kartu merah itu merupakan provokasi dari Lamine Yamal."

"Alih-alih menangani kedua hal tersebut, kami selalu berada dalam posisi yang dirugikan."

"Cucho terjatuh dengan dada terlebih dahulu dan didorong oleh bek Barcelona."

"Dari jarak 30 meter, hal itu tidak berpengaruh pada gol tersebut. Itu akibat dorongan pemain Barca."

"Sayangnya, mereka merusak pertunjukan di hadapan 60.000 penonton. Sungguh disayangkan," sesalnya.(*)