Kalah dari PSG 2-4, Barcelona Melapor UEFA, Kenapa?

BentengNews.Com – Barcelona dikabarkan melaporkan PSG ke UEFA setelah takluk dari lawannya markas di matchday ketiga Liga Champions 2026-2027.

Pada matchday ketiga Liga Champions 2026-2027, Barcelona menjalani laga tandang ke Parc des Princess, Paris, Rabu (21/10/2026) dini hari WIB.

Dalam lawatannya tersebut, klub berjulukan Blaugrana itu harus keok dengan skor 2-4 di markas lawan.

Tampil dengan permainan menyerang, Barcelona sempat mengimbangi permainan raksasa Prancis itu sejak awal laga.

Tetapi pada menit ke-38, gawangnya harus kebobolan usai Desire Doue mencetak gol pembuka dengan tembakan terukur dari luar kotak penalti.

Gol tersebut baru bisa disamakan Los Cules pada babak kedua, tepatnya di menit ke-55, lewat sontekan Xavi Espart.

Kejar-kejaran gol tercipta antara kedua kubu di menit 70 usai gol Lucas Hernandez (72’) dibalas Lamine Yamal (79’).

Namun di 10 menit terakhir waktu normal, Barcelona harus melihat gawangnya jebol dua kali lewat Vitinha (81’) dan Fabian Ruiz (86’).

Usai menelan kekalahan di markas lawan tersebut, raksasa Catalunya itu dikabarkan melaporkan PSG ke UEFA.

Dilansir dari ESPN, ternyata tim besutan Hansi Flick itu melaporkan sang lawan karena kelakuan fansnya.

Dilaporkan jika juara bertahan Liga Spanyol itu merasa risih dengan banner yang dibentangkan kubu tuan rumah.

Diketahui pendukung PSG di salah satu tribune Parc des Princess membentangkan banner seorang figur bertopeng membawa gergaji mesin dan menghancurkan lambang Barca.

Bahkan banner itu memuat kata-kata yang dianggap ofensif dan agresif oleh Barcelona, yakni "Pembantaian ala Paris".

Menurut perwakilan Blaugrana, hal tersebut merupakan tindakan yang menyinggung, terlebih melibatkan lambang klub.

Hingga artikel ini dibuat, belum ada pernyataan resmi dari UEFA mengenai laporan yang dilayangkan Los Cules.

Sementara itu, pelatih Barcelona, Hansi Flick, menyebut kekalahan timnya karena kesalahan saat menguasai bola.

"Menurut saya, itu adalah pertandingan yang fantastis dari kedua tim. Kami membuat terlalu banyak kesalahan, terutama dalam penguasaan bola, kehilangan bola dengan mudah," tuturnya.

Selain faktor itu, Flick juga menyalahkan kondisi fisik pemain yang kelelahan akibat padatnya jadwal di kancah domestik dan Eropa.

Meski begitu, pelatih asal Jerman itu tetap mengapresiasi penampilan anak asuhnya yang dilabelinya sebagai penampilan fantastis.

"Kami harus memahami bahwa kesalahan terjadi karena (para pemain) tidak dalam kondisi segar," terangnya.

"Apa yang harus mereka jalani dalam beberapa minggu terakhir sungguh luar biasa."

"Saya menghargai sikap mereka. Banyak hal yang berjalan fantastis," pungkas eks pelatih Bayern Muenchen itu.(*)