BENTENGNEWS.COM- Jalan kaki terbukti mampu mengurangi risiko berbagai penyakit, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), jantung, diabetes, dan obesitas.
Seorang ahli bedah ortopedi sekaligus dokter olahraga di Northwell Health Orthopaedic Institute di Garden City, New York, Randy Cohn, mengatakan jalan kaki bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun.
"Tidak ada batasan 'maksimal' untuk berjalan atau latihan apa pun,” kata dia, dikutip dari Everyday Health.
Sementara itu, spesialis ortopedi di Palm Beach Orthopaedic Institute di West Palm Beach, Florida John Hinson mengatakan, seseorang mampu berjalan kaki hingga 32 km sampai dengan 48 km tanpa masalah berarti.
Meski begitu, kemampuan seseorang mencapai jarak tersebut tergantung oleh beberapa faktor, seperti termasuk usia, tingkat kebugaran, kesehatan sendi, dan kondisi lingkungan.
Semetara itu, Hinson menyampaikan, untuk pejalan kaki jarak aman untuk berjalan kaki adalah sekitar 9 km selama 2 jam.
Lantas, siapa saja kelompok orang yang sebaiknya tidak berjalan kaki terlalu lama?
Kelompok orang yang sebaiknya tidak berjalan kaki terlalu lama
Meski memiliki segudang manfaat, beberapa orang disarankan tidak berjalan kaki terlalu lama.
Dokter Randy Cohn menyebut, beberapa orang yang sebaiknya mengurangi jalan kaki terlalu lama adalah mereka yang menderita penyakit tertentu.
Berikut ini kelompok orang yang sebaiknya tidak berjalan kaki terlalu lama:
1. Penderita hipertensi
Cohn menyarankan pasien penderita masalah kardiopulmoner seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) dan penyakit jantung untuk tidak berjalan kaki terlalu jauh.
Sebab, aktivitas tersebut dapat meningkatkan detak jantung.
"Jika peningkatan detak jantung berpotensi membahayakan seseorang, mereka perlu sangat waspada dan berbicara dengan tim medis mereka tentang rencana latihan apa pun," kata dia.
2. Penderita masalah otot
Kelompok berikutnya yang disarankan tidak terlalu lama berjalan kaki adalah mereka yang mengalami masalah otot dan sendi, terutama di kaki dan telapak kaki.
"Orang dengan masalah kaki dan ekstremitas bawah seperti radang sendi lutut perlu berhati-hati untuk tidak berjalan terlalu banyak dalam sehari agar tidak memperburuk kondisi ini," kata Hinson.
Orang yang memiliki masalah sendi dan otot sangat disarankan untuk mengenakan sepatu yang berkualitas tinggi dan pas untuk menurunkan risiko nyeri saat berjalan kaki.
3. Penderita asma
Kepala divisi kedokteran olahraga di Rumah Sakit New England Baptist di Boston Sarav Shah mengatakan, penderita gangguan pernapasan, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) juga disarankan untuk tidak berjalan kaki terlalu lama.
4. Lansia
Lebih lanjut, orang lanjut usia (lansia) atau mereka yang berusia lebih dari 60 tahun tidak disarankan untuk berjalan kaki terlalu lama.
Hal ini dilakukan agar lansia terhindar dari risiko jatuh dan cedera yang bisa berakibat fatal.
"Jatuh merupakan masalah besar bagi kelompok demografi (lansia), jadi mereka harus menghindari aktivitas berlebihan untuk mencegah kecelakaan," kata dia.
Bagaimana cara mengetahui jalan kaki terlalu lama?
Pelatih pribadi bersertifikat ACE yang berkantor pusat di Chicago April Gatlin membagikan tips untuk mengetahui apakah jalan kaki dilakukan terlalu lama.
Caranya adalah dengan memperhatikan tanda-tanda fisik yang dirasakan.
Gatlin mengatakan, jalan kaki yang sudah dilakukan terlalu lama akan memberikan efek rasa pegal hingga cedera.
"Jika ada nyeri pada persendian, kekakuan pada tubuh, atau perasaan tidak normal pada persendian, kurangi jarak tempuh atau beristirahatlah," kata Gatlin, masih dari sumber yang sama.
Jika nyeri tidak kunjung membaik, segera periksakan ke dokter.
Indikator berikutnya untuk mengetahui apakah jalan kaki sudah dilakukan terlalu lama adalah dengan memperhatikan kualitas tidur.
Jika Anda mengalami kesulitan tidur, perubahan suasana hati, mudah cemas dan tersinggung, serta peningkatan denyut jantung, itu artinya Anda terlalu lama berjalan kaki.
Efek samping terlalu lama jalan kaki
Berikut ini adalah lima efek samping yang umum dirasakan jika seseorang terlalu lama jalan kaki:
1. Nyeri
Jalan kaki yang terlalu lama bisa meningkatkan risiko cedera. Jika dibiarkan, hal ini bisa memengaruhi postur berjalan yang buruk
Selain itu, rasa nyeri juga bisa menyebabkan cedera serius yang tidak terduga.
2. Kaki kapalan
Berjalan kaki terlalu lama juga bisa menyebabkan kulit kaki pecah-pecah atau kapalan.
Selain berjalan terlalu lama, gejala ini menunjukkan bahwa alas kaki yang digunakan tidak pas.
3. Mudah lelah
Seseorang yang berolahraga terlalu banyak akan mudah lelah. Anda mungkin akan mengalami kesulitan napas dan tidak mampu untuk bicara dengan lengkap.
Jika kondisi ini terjadi, cobalah berhenti berjalan kaki dan konsultasikan dengan dokter.
4. Pembengkakan
Efek samping lainnya dari jalan kaki terlalu lama adalah pembengkakan dan nyeri pada kaki.
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menurunkan performa otot kaki Anda.
5. Perubahan suasana hati
Jalan kaki terlalu lama juga bisa menimbulkan perasaan cemas dan gejala psikologis lainnya, seperti depresi dan mudah marah.(*)
