Sejumlah pemain Timnas Tiongkok mengikuti latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/6). (istimewa)
Sejumlah pemain Timnas Tiongkok mengikuti latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/6). (istimewa)
BentengNews.com--Peta persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 dipastikan mengalami perubahan setelah Federasi Sepak Bola Tiongkok (CFA) mengonfirmasi bahwa tim nasional mereka tidak akan ambil bagian dalam turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada periode FIFA Matchday September hingga Oktober 2026.
Keputusan tersebut membuat Tiongkok mengalihkan agenda internasionalnya ke turnamen lima negara di kawasan Asia Tengah. Ajang itu akan diikuti Uzbekistan, Korea Utara, Tajikistan, Palestina, dan Tiongkok sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda internasional berikutnya.
Dengan mundurnya Tiongkok, komposisi peserta FIFA ASEAN Cup 2026 pun berubah. Indonesia tetap menjadi tuan rumah utama turnamen yang mempertemukan negara-negara Asia Tenggara bersama beberapa tim undangan dari kawasan Asia.
Sejauh ini, negara-negara ASEAN yang berpotensi tampil meliputi Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, Singapura, Filipina, Myanmar, Kamboja, Laos, Brunei Darussalam, dan Timor Leste. Selain itu, Hongkong juga diproyeksikan menjadi tuan rumah untuk Divisi 2.
Sementara itu, India dan Pakistan masih masuk dalam daftar calon peserta. Namun, keikutsertaan kedua negara tersebut hingga kini belum diumumkan secara resmi sehingga masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari penyelenggara.
Berdasarkan format yang beredar, FIFA ASEAN Cup 2026 akan dibagi menjadi dua divisi. Divisi 1 akan diikuti delapan tim dengan Indonesia sebagai tuan rumah.
Adapun Divisi 2 diproyeksikan diikuti enam hingga delapan tim dengan Hongkong menjadi tuan rumah.
Turnamen ini akan digelar pada jeda internasional FIFA pada September hingga Oktober 2026. Setiap tim dijadwalkan hanya memainkan empat pertandingan sehingga kompetisi dapat diselesaikan tanpa mengganggu kalender liga domestik maupun agenda resmi FIFA lainnya.
Bagi Indonesia, status sebagai tuan rumah menjadi kesempatan penting untuk menggelar turnamen internasional dengan kualitas persaingan yang lebih tinggi.
Selain memberikan pengalaman bertanding bagi para pemain, ajang ini juga dapat dimanfaatkan sebagai persiapan menghadapi berbagai kompetisi resmi di level Asia.
Di sisi lain, absennya Tiongkok membuat daftar peserta mengalami sedikit perubahan. Meski demikian, turnamen tetap diperkirakan berlangsung kompetitif karena masih diikuti sejumlah kekuatan utama Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia.
Kini, perhatian publik sepak bola Asia Tenggara tertuju pada pengumuman resmi penyelenggara terkait daftar peserta final, pembagian grup, serta jadwal pertandingan.
Kepastian mengenai keikutsertaan India dan Pakistan juga menjadi salah satu hal yang paling dinantikan menjelang bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026.(*)
