Tiga Menteri Paparkan Strategi Pemerintah di Rakerkonas XXXV APINDO 2026, Perkuat Ekonomi, Pangan, dan SDM


MAKASSAR
– Tiga menteri Kabinet Merah Putih memaparkan berbagai strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional pada Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) XXXV APINDO 2026 yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, mengusung tema "Ketahanan Ekonomi Nasional: Pengusaha Indonesia di Tengah Fragmentasi Global."

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan berbagai capaian sekaligus arah kebijakan pemerintah di bidang pangan, ekonomi, hingga pengembangan sumber daya manusia di hadapan pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani mengatakan Rakerkonas menjadi momentum memperkuat sinergi dunia usaha dengan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja dan menjaga optimisme menghadapi tantangan ekonomi global.

Menurutnya, penciptaan lapangan kerja menjadi salah satu fokus utama APINDO di tengah tingginya angka pengangguran usia muda dan dominasi pekerja sektor informal di Indonesia.

"Hari ini total 67 persen pengangguran Indonesia adalah Gen-Z dan lebih dari 60 persen pekerja Indonesia berada di sektor informal. Karena itu kita harus membangun lebih banyak pekerjaan di Indonesia, dan di situlah APINDO terus berusaha menyelesaikan permasalahan ini dengan terus membangun lapangan kerja. Kami ingin agenda ini dirasakan dunia usaha. Progress ini akan kami kawal sampai tuntas dan kerja sama dengan pemerintah sangat penting untuk ini. Kami percaya dengan solusi ini masalah di hulu dan hilir bisa diselesaikan," ujarnya.

Shinta juga mengajak dunia usaha untuk melihat peluang di tengah berbagai tantangan ekonomi.

"Ada satu hal juga yang harus kita lakukan, yaitu tidak hanya melihat kendala, tapi melihat peluang. Sudah 70 tahun APINDO berkarya, kami terus menjaga seluruh Indonesia. Kami berikhtiar dengan keyakinan bahwa tantangan bisa diselesaikan jika kita semua turun tangan. Di tengah badai ini, kami tetap percaya akan Indonesia," katanya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada APINDO yang memilih Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah Rakerkonas XXXV APINDO 2026.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat pembangunan infrastruktur dasar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di daerah.

"Kami terus membangun jalan, jembatan, dan irigasi untuk optimalisasi lahan. Dengan anggaran Rp500 miliar kami akan membangun Sulawesi Selatan. Kami juga membangun rumah sakit di daerah tertinggal dan daerah pesisir," ujarnya.

Menurut Andi Sudirman, kolaborasi pemerintah daerah dengan dunia usaha perlu terus diperkuat agar setiap peluang investasi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Zulhas: Swasembada Pangan Jadi Prioritas

Dalam keynote speech, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah terus mengawal berbagai kebijakan strategis, termasuk percepatan swasembada pangan melalui deregulasi.

"Tugas Menko adalah mengawal kebijakan sampai berhasil. Selama dua tahun saya menyelesaikan 33 deregulasi. Saya juga mengawal kebijakan yang selama 29 tahun kurang mendapatkan perhatian," katanya.

Menurut Zulkifli Hasan, pemerintah menargetkan Indonesia kembali mencatat surplus beras pada 2027 melalui berbagai langkah, mulai dari deregulasi pupuk, pembukaan sawah baru, pembangunan lahan pertanian di Papua, pengembangan varietas padi, hingga peningkatan nilai tukar petani dan nelayan.

"Kebijakan pertama yang kami kejar adalah swasembada pangan. Kami targetkan tahun 2027 beras kembali surplus. Salah satu strategi kami adalah deregulasi pupuk, membuat sawah baru, membangun lahan baru di Papua, pengembangan kualitas padi, serta meningkatkan nilai tukar petani dan nelayan," ujarnya.

Ia juga menyoroti penanganan Tempat Pemrosesan Sampah Akhir (TPA) yang masih menggunakan sistem open dumping, termasuk di Makassar.

"PSSL itu kota-kota yang kita kategorikan darurat, seperti di Makassar, Bantar Gebang, dan Jatiwaringin. Itu sudah darurat open dumping. Ada yang tingginya sampai 60 meter. Itu berbahaya untuk lingkungan, bahkan sudah menimbulkan korban jiwa," katanya.

Zulkifli Hasan memastikan stok beras nasional berada dalam kondisi aman.

"Stok beras cukup. Justru sekarang saya sudah minta kepada Bulog—stoknya terlalu banyak, ada 5,2 juta ton—karena harga sedang naik, segera operasi pasar agar harga bisa turun," ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah daerah memanfaatkan sebagian APBD untuk mendukung pelaksanaan pasar murah bagi masyarakat.

Airlangga: Fundamental Ekonomi Tetap Terjaga

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia masih menghadapi tantangan global akibat dinamika geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia.

Meski demikian, menurutnya fundamental ekonomi nasional tetap menunjukkan kondisi yang baik.

"Dalam skenario global ada banyak tantangan. Beberapa tahun lalu COVID-19, kini gejolak perang di Ukraina maupun Selat Hormuz. Namun ekonomi kita harus tetap membaik," katanya.

Airlangga menyampaikan sejumlah indikator ekonomi menunjukkan tren positif, di antaranya inflasi Juli 2026 yang turun menjadi 2,88 persen, meningkatnya optimisme sektor manufaktur, pertumbuhan kredit perbankan secara year on year, serta penguatan ketahanan energi melalui program biodiesel B50.

Dalam sesi wawancara, Airlangga juga mengapresiasi penyelenggaraan Rakerkonas APINDO di Makassar.

"Pilihan Makassar tepat karena melibatkan para pengusaha dari berbagai daerah," ujarnya.

Ia menambahkan fundamental ekonomi Indonesia masih berada pada jalur yang baik.

"Kemarin diumumkan inflasi sudah 2,88 persen, turun dari 3 persen sebelumnya. PMI juga naik di atas 50. Besok akan diumumkan pertumbuhan ekonomi yang menurut saya berada di kisaran 5,2 persen sampai 5,4 persen. Momentum ini harus kita jaga hingga kuartal ketiga dan kuartal keempat, walaupun situasi global masih belum menentu," katanya.

Yassierli: Program Magang dan Vokasi Disambut Antusias

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan program magang nasional mendapat respons yang sangat tinggi dari masyarakat.

"Program magang sekarang prosesnya sedang seleksi oleh perusahaan. Batch pertama baru dibuka untuk 50.000 orang, dan antusiasmenya luar biasa. Yang mendaftar lebih dari 400.000 orang," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah saat ini menunggu proses seleksi yang dilakukan perusahaan agar peserta memperoleh tempat magang sesuai bidang studinya.

Selain program magang, pemerintah juga memperluas pelatihan vokasi.

"Target pelatihan vokasi mencapai 270.000 orang. Kurikulumnya sudah siap, instrukturnya sudah siap. Kami sudah melatih 70.000 orang dan akan menambah 270.000 peserta pelatihan vokasi di 43 balai Kemnaker. Kami juga akan memberikan alokasi untuk balai-balai yang ada di daerah," katanya.

Melalui Rakerkonas XXXV APINDO 2026, pemerintah dan dunia usaha menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan daya saing, serta menghadapi tantangan ekonomi global.

Related Posts