BentengNews.com-- Berikut ini profil Hassanal Bolkiah, Sultan Brunei yang cabut gelar kerajaan menantunya. Hal ini dilakukan gegara sang menantu disebut berperilaku tak pantas.
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah dikabarkan mencabut gelar kerajaan "Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri" yang disandang menantunya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah. Pencabutan gelar ini diumumkan Kantor Grand Chamberlain pada Jumat (7/8/2026).
Berdasarkan laporan RTB News yang dikutip New Straits Times, pencabutan gelar kerajaan ini dilakukan setelah perilaku Pengiran Raabi'atul Adawiyyah dinilai tak pantas bagi seorang istri anggota keluarga kerajaan. Perilakunya dianggap sudah mencoreng nama baik kerajaan serta menunjukkan kurangnya rasa hormat pada Sultan Hassanal Bolkiah.
Adapun, pengumuman resmi tersebut tidak menjelaskan secara spesifik tindakan atau perilaku apa yang menjadi dasar pencabutan gelar kerajaan itu. Istana Brunei juga tak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai insiden yang dimaksud.
Pengiran Raabi'atul Adawiyyah diketahui merupakan istri dari Pangeran Abdul Malik, salah satu putra Sultan Hassanal Bolkiah dan Ratu Saleha. Melansir dari Kompas.com, keduanya menikah pada April tahun 2015.
Rangkaian perayaan pernikahan mereka berlangsung di Bandar Seri Begawan pada 5 hingga 16 April 2015. Sementara itu, untuk upacara sumpah pernikahan digelar pada 12 April di Istana Nurul Iman, kediaman resmi Sultan Brunei Darussalam.
Selanjutnya, Pangeran Abdul Malik sendiri merupakan salah satu anggota keluarga kerajaan yang berada dalam garis suksesi takhta Brunei. Pada pertengahan tahun 2026, dia juga ditunjuk untuk menjadi Menteri di Kantor Perdana Menteri Brunei.
Untuk pencabutan gelar terhadap istrinya kali ini dilakukan tanpa adanya keterangan mengenai perubahan status pernikahan keduanya. Pengumuman dari pihak istana hanya menyebut pencabutan gelar kerajaan tersebut dan alasan yang berkaitan dengan perilaku yang dianggap tidak pantas serta tidak menghormati Sultan.
Pencabutan gelar ini ternyata bukan yang pertama kalinya dan pada tahun 2003, Sultan Hassanal Bolkiah sempat mencabut seluruh gelar yang dimiliki istri keduanya setelah mereka bercerai berdasarkan hukum syariah. Hal serupa juga terjadi pada 2010 saat gelar istri ketiga Sultan juga dicabut.
Pencabutan gelar pada 2003 dan 2010 itu berkaitan dengan perceraian sultan dengan masing-masing istrinya. Sementara itu, kasus terbaru tahun 2026 ini berkaitan dengan pencabutan gelar kerajaan yang merupakan milik istri dari putra Sultan.
Hingga pengumuman tersebut disampaikan, Istana Brunei belum mengungkapkan secara rinci rindakan yang dianggap telah mencoreng nama baik kerajaan. Selain itu, mereka juga belum memberikan informasi terkait tindakan lebih lanjut yang akan dilakukan kepada Pengiran Raabi'atul Adawiyyah.
Berikutnya, untuk profil Hassanal Bolkiah atau Hassanal Bolkiah Ibni Omar Ali Saifuddien III merupakan Sultan yang lahir pada 15 Juli 1946 di Brunei Town (Bandar Seri Begawan). Dia diketahui adalah Sultan yang di-Pertuan Brunei ke-29 sejak tahun 1967 dan Perdana Menteri Brunei sejak kemerdekaan dari Britania Raya pada tahun 1984.
Melansir dari Tribun-Bali.com, Sultan Hassanal Bolkiah dikenal sebagai salah satu penguasa monarki absolut terakhir di dunia. Dia diketahui merupakan putra tertua dari Sultan Omar Ali Saifuddien III dan Raja Isteri (Ratu) Pengiran Anak Damit.
Sultan Hassanal Bolkiah pertama kali naik tahta sebagai sultan Brunei setelah ayahnya turun takhta pada 5 Oktober 1967. Penobatannya diadakan pada tanggal 1 Agustus 1968 dan telah mendapatkan gelar kehormatan "Sir" oleh Ratu Elizabeth II dari Britania Raya, yang Brunei adalah protektorat sampai 1984.
Dalam hal pendidikan, Sultan diketahui pernah bersekolah menengah di sekolah utama Lembaga Victoria Malaysia di Kuala Lumpur, di mana dia bergabung dengan Korps Kadet (band). Setelah itu, dia menghadiri Royal Akademi Militer Sandhurst pada Oktober 1967, namun kembali ke rumah untuk menjadi Putra Mahkota beberapa bulan sebelum kelulusan.
Sultan saat ini memiliki satu istri dengan Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha yang ditunjuk istri pertamanya. Mantan istri keduanya, Pengiran Isteri Hajah Mariam merupakan mantan pramugari maskapai nasional, Royal Brunei Airlines (RBA) yang telah bercerai pada 2003.
Pada Agustus 2005, dia kemudian menikah lagi dengan mantan presenter TV3 Malaysia, Azrinaz Mazhar Hakim yang memiliki usia 33 tahun lebih muda darinya, namun mereka bercerai pada tahun 2010. Sementara itu, untuk Putra Mahkota Brunei Darussalam diketahui dia adalah Pangeran Al-Muhtadee Billah, anak dari istri pertama Sultan Hassanal Bolkiah. (*)
