BentengNews.Com - Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, secara blak-blakan mengungkapkan dinamika yang terjadi pada hari-hari terakhir bursa transfer musim panas 2026, khususnya mengenai perombakan di sektor penjaga gawang timnya.
Bursa transfer Liga Italia pada musim panas 2026 memang telah resmi ditutup.
Kendati demikian, jendela transfer tersebut masih menyisakan cerita menarik dari ruang ganti I Lariani.
Secara mengejutkan, hierarki tiga penjaga gawang Como 1907 mengalami perubahan mendadak.
Dalam konferensi pers menjelang laga pekan ketiga Serie A 2026-2027 melawan Genoa, Cesc Fabregas membongkar kronologi yang sebenarnya terjadi.
Juru taktik asal Spanyol ini menegaskan bahwa manajemen Como sejatinya tidak pernah berencana memboyong kiper baru.
Pihak klub sudah merasa puas dengan komposisi gawang yang dikawal Jean Butez sebagai kiper utama, didampingi Emil Audero dan Noel Tornqvist sebagai pelapis.
Namun, peta kekuatan mendadak berubah setelah pengundian fase liga Liga Champions.
Tornqvist secara mengejutkan mendesak kepindahan ke Monza dengan status pinjaman.
Fabregas tak menutupi rasa kecewanya atas sikap kiper asal Swedia yang memaksa klub berburu kiper baru dalam waktu yang sangat terdesak.
Beruntung, Como mendapatkan momentum emas untuk merekrut Robert Sanchez yang merupakan kiper utama Chelsea musim lalu.
Tanpa berpikir panjang, I Lariani bergerak cepat dan sukses mengamankan servis kiper asal Spanyol tersebut dengan status pinjaman.
Kedatangan Sanchez langsung berpengaruh pada posisi Emil Audero.
Kiper Timnas Indonesia ini terancam melorot menjadi pilihan ketiga di bawah Butez dan Sanchez.
Tak ingin minim jam terbang, Audero akhirnya memutuskan hengkang ke klub LaLiga, Rayo Vallecano, dengan status pinjaman.
Menariknya, dalam keseluruhan penjelasan panjangnya mengenai dinamika sektor penjaga gawang tersebut, Fabregas sama sekali tidak menyebut nama Emil Audero.
Sementara itu, untuk melengkapi slot kiper ketiga, Como menunjuk kiper veteran berusia 36 tahun, Mauro Vigorito, yang lebih diproyeksikan memikul peran sebagai mentor.
"Kami tidak pernah mempertimbangkan untuk merekrut satu pun," kata Fabregas, dikutip BolaSport.com dari Calcio Como.
"Lima hari yang lalu, Tornqvist memberi tahu saya bahwa dia memiliki beberapa pilihan."
"Saya sangat jujur dan mengatakan kepadanya bahwa saya mengerti, tetapi jika kami tidak menemukan siapa pun, dia harus tetap tinggal."
"Kami mencari kiper Italia bahkan di Serie B, tetapi kami tidak menemukan apa pun yang kami butuhkan."
"Dia kembali kepada saya sehari setelah pengundian Liga Champions, dan saya melihat orang yang berbeda dari yang saya lihat dalam delapan bulan terakhir."
"Sejujurnya, itu hal yang buruk."
"Saya tidak menyukainya, dan orang-orang perlu tahu bahwa pilihan ini dibuat karena dia sangat ingin pergi."
"Klub menemukan kiper lain dalam dua hari, mereka memiliki kesempatan untuk merekrut Sanchez di Chelsea, dia langsung menerimanya, dan sekarang pilihan ini mengarah pada pilihan lain untuk skuad Liga Champions."
"Robert adalah kiper hebat."
"Jean tidak memiliki saingan dalam beberapa tahun terakhir dan telah meningkatkan level kami."
"Sekarang kami memiliki dua kiper hebat yang harus berjuang seperti orang lain. Saya berbicara dengan Jean, dan dia menerimanya sebagai tantangan."
"Saya tidak khawatir; dia fenomenal, tetapi tahun lalu kami mengambil risiko, dan beberapa hal tidak berjalan sesuai rencana," tutur eks gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu menambahkan.(*)
