Makassar, BentengNews.Com--Gelombang protes dari massa gabungan dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, hingga serikat buruh mengepung Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi di Jalan Garuda, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Senin (14/9/26) hari ini ini. Aksi yang berlangsung sejak siang hingga sore hari tersebut berakhir ricuh.
Massa aksi mulai memadati area depan gerbang kantor Pertamina sekitar pukul 14.20 wita. Berawal dari penyampaian orasi secara bergantian dari atas kendaraan orator, situasi di lokasi mendadak memanas memasuki pertengahan sore akibat dorongan massa yang ingin menemui pihak manajemen Pertamina.
Di tengah riuhnya orasi, massa mulai menumpuk dan membakar ban bekas tepat di depan akses masuk gedung. Kepulan asap hitam pekat membubung tinggi, memperkeruh suasana serta menutup sebagian ruas Jalan Garuda. Saling dorong antara pengunjuk rasa dan aparat pengamanan tak terhindarkan saat massa berupaya menerobos masuk.
Puncak kericuhan terjadi ketika amarah massa tak lagi terbendung. Pagar besi Kantor Pertamina Makassar akhirnya roboh akibat didorong paksa secara bersama-sama oleh ratusan demonstran.
Aparat kepolisian dari Polrestabes Makassar bersama pengamanan internal yang bersiaga langsung memperketat barikade untuk menghalau massa agar tidak masuk lebih jauh ke dalam area instalasi vital tersebut.
Dalam aksi ini mahasiswa menuntut agar Menteri ESDM, Bahlil Lahaladia mengudurkan diri karena tak mampu mengatur regulasi dan ketersediaan stok BBM dan Gas di Sulawesi Selatan. Mereka kecewa fenomena kelangkaan Gas dan BBM yang terjadi beberapa hari ini adalah tanggung jawab menteri.(*)
