Adik Prabowo Ungkap Mulai 9 November 2026, Bank hingga Marketplace Dipungut Pajak Digital

Jakarta,BentengNews.Com-- Hashim Djojohadikusumo mengungkap rencana penerapan kebijakan pajak digital yang akan mulai diberlakukan pada 9 November 2026.

Kebijakan tersebut mewajibkan seluruh bank pemerintah, bank swasta, hingga perusahaan teknologi finansial (fintech) ikut memungut dan menyetorkan pajak kepada negara.

Sejumlah platform digital besar seperti Shopee, Lazada, dan GoTo disebut termasuk pihak yang harus menjalankan ketentuan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Hashim yang menjabat Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Hashim mengatakan, kebijakan pajak digital tersebut diharapkan dapat memperbaiki kondisi fiskal Indonesia.

Menurut dia, selama ini kemampuan pendanaan negara menjadi sorotan sejumlah pengamat luar negeri.

"Nah, Saudara-saudara, ini akan nanti memperbaiki situasi fiskal kita yang dianggap lemah oleh pengamat-pengamat luar negeri dan sebagainya. Karena kita dianggap kurang mampu, kita kurang berdaya dananya," kata Hashim yang juga adik Presiden Prabowo Subianto ini.

Selain membahas pajak digital, Hashim juga mengungkap rencana pemberian rekening bank gratis bagi setiap warga Indonesia yang telah berusia 17 tahun.

Ia menyebut, kebijakan tersebut berkaitan dengan masih banyaknya masyarakat yang belum memiliki rekening perbankan.

Berdasarkan data yang disampaikan Hashim dalam forum tersebut, sekitar 30 persen masyarakat Indonesia belum memiliki rekening bank.

Dengan asumsi terdapat 200 juta penduduk dewasa, jumlah warga yang belum memiliki rekening diperkirakan mencapai 60 juta orang.

Hashim mengatakan, kondisi tersebut turut menyebabkan sekitar 35 persen aktivitas ekonomi belum tercatat.

Bukan HP Gratis, Warga Akan Diberi Rekening Bank

Hashim menegaskan, rencana pemerintah bukan memberikan telepon genggam atau HP gratis kepada masyarakat, melainkan rekening bank gratis.

Ia bahkan meminta media tidak memelintir pernyataannya terkait kebijakan tersebut.

"Saya bisa laporkan karena saya ikut juga rapat-rapat di Rata. Saya kira Pak Rosan hadir waktu itu, ya sudah diputuskan bahwa setiap warga di umur 17 tahun akan diberikan rekening bank gratis, bukan HP gratis," ujar Hashim.

Ia kemudian mengingatkan agar pernyataannya tidak diberitakan secara keliru.

"Bisa ada saya dikutip bahwa setiap warga akan dapat HP gratis. Bukan, bukan. Hati-hati dengan media, sosial media, hati-hati mohon ya kawan-kawan media tolong ya jangan apa pernyataan saya di-framing atau dipelintir ya," katanya.

Bansos dan BLT Bakal Langsung Masuk Rekening Digital

Lebih lanjut, Hashim menjelaskan, pemberian rekening bank gratis tersebut diharapkan dapat mempermudah penyaluran bantuan pemerintah.

Ke depannya, bantuan sosial (bansos), bantuan langsung tunai (BLT), maupun bantuan lainnya dari pemerintah pusat diharapkan dapat langsung dikirimkan ke rekening bank digital masing-masing warga.

"Ini adalah kesempatan dan harapan kita bahwa nanti setiap bantuan sosial atau BLT atau apa yang dari pemerintah pusat nanti akan langsung ke rekening bank digital setiap warga di Indonesia," ungkapnya.

Dengan skema tersebut, pemerintah diharapkan dapat menyalurkan bantuan secara langsung melalui rekening penerima.(*)