BENTENGNEWS.COM--Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia terus mengalami peningkatan, termasuk pada segmen sepeda motor. Banyak masyarakat mulai mempertimbangkan beralih dari motor berbahan bakar bensin ke motor listrik. Namun, satu pertanyaan yang kerap muncul adalah: apakah motor listrik memang benar lebih awet dan hemat dalam jangka panjang?
Untuk menjawab hal tersebut, konsumen kini tidak perlu hanya mengandalkan asumsi. Polytron menghadirkan solusi berupa kalkulator digital yang memungkinkan pengguna menghitung langsung potensi penghematan berdasarkan kebutuhan masing-masing.
Kalkulator Digital: Hitung Biaya Sendiri dengan Mudah
Melalui fitur kalkulator di situs resminya https://2w.polytronev.id/calculator, Polytron memberikan transparansi kepada calon konsumen dalam menghitung biaya operasional motor listrik.
Dengan memasukkan data penggunaan harian, jarak tempuh, hingga harga listrik, pengguna bisa mendapatkan estimasi pengeluaran tahunan secara akurat.
Langkah ini menjadi penting karena setiap pengguna memiliki pola berkendara yang berbeda. Ada yang hanya menggunakan motor untuk aktivitas jarak dekat, namun ada juga yang menempuh perjalanan jauh setiap hari.
Simulasi Motor Listrik vs Motor Bensin
Dalam simulasi yang dibagikan Polytron, penggunaan motor sejauh 60 km per hari selama 30 hari menghasilkan total jarak tempuh lebih dari 21.000 km per tahun. Dari skenario tersebut, terlihat perbedaan signifikan antara motor listrik dan motor bensin.
Menggunakan Polytron FOX 350, biaya pengisian listrik hanya sekitar Rp885.600 per tahun. Sebaliknya, motor berbahan bakar bensin membutuhkan biaya hingga Rp4.320.000 per tahun hanya untuk bahan bakar.
“Berdasarkan simulasi penggunaan harian sejauh 60 km selama 30 hari, total jarak tempuh mencapai lebih dari 21.000 km per tahun. Dalam skenario ini, motor listrik hanya membutuhkan biaya sekitar Rp885.600 per tahun,” ujar Head of Group Product EV-2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly.
Keputusan Tetap di Tangan Konsumen
Dengan adanya kalkulator digital dari Polytron, konsumen kini dapat membuat keputusan yang lebih rasional dan berbasis data. Motor listrik memang menawarkan potensi penghematan yang signifikan, terutama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
Namun, keputusan akhir tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan, jarak tempuh harian, serta preferensi masing-masing pengguna. Dengan begitu, keputusan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pribadi. (*)
