Eks Finalis Puteri Indonesia Jadi Dokter Gadungan, Ditangkap Setelah 15 Korban Cacat, Ini Sosoknya

BENTENGNEWS.COM - Nama Jeni Rahmadial Fitri yang pernah bersinar di panggung kecantikan kini terseret dalam kasus hukum.

Sosok yang dulu dikenal anggun di atas panggung, kini menghadapi kenyataan yang jauh berbeda.

Ia sebelumnya dikenal sebagai finalis ajang bergengsi Puteri Indonesia perwakilan Riau 2024. 

Prestasi itu sempat menjadi kebanggaan, baik bagi dirinya maupun daerah asalnya.

Namun, perjalanan tersebut berubah drastis ketika ia ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan praktik medis ilegal. 

Jeni diduga menjalankan praktik sebagai dokter kecantikan tanpa memiliki latar belakang pendidikan medis yang sah. 

Aktivitas tersebut dilakukan di sebuah klinik bernama Klinik Arauna Beauty di Pekanbaru.

Padahal, profesi di bidang medis memiliki aturan ketat yang tidak bisa dijalankan sembarangan. Tanpa keahlian dan izin resmi, tindakan tersebut berpotensi membahayakan pasien.

Kasus ini kemudian ditangani oleh pihak Polda Riau melalui Subdit IV Ditreskrimsus. Penyidik melakukan penelusuran mendalam terhadap aktivitas klinik tersebut.

Dari hasil penyelidikan, ditemukan sejumlah bukti yang mengarah pada praktik tanpa izin. 

Tersangka diduga kuat menjalankan praktik layaknya dokter spesialis kecantikan tanpa memiliki latar belakang pendidikan medis maupun izin resmi sebagai tenaga kesehatan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro mengungkapkan JRF diamankan tim penyidik Subdit IV, Selasa (28/4/2026).

Pihk kepolisian terpaksa menjemput paksa tersangka di kediaman keluarganya yang berlokasi di kawasan Bukit Ambacang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

"Tersangka sebelumnya sudah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik. Akhirnya kami amankan di Bukittinggi," ujar Ade, Kamis (30/4/2026).

Awal Profesi Dokter Gadungan Terbongkar

Kasus ini mencuat setelah seorang korban berinisial NS melapor ke polisi. NS menjalani prosedur facelift dan eyebrow facelift di klinik milik tersangka, yang berlokasi di Jalan Tengku Bey, Pekanbaru, Juli 2025 lalu.

Bukannya mendapatkan wajah kencang dan cantik, NS justru mengalami pendarahan hebat sesaat setelah tindakan selesai dilakukan.

Dampak dari tindakan ilegal JRF sangat mengerikan. Ade menjelaskan korban NS mengalami infeksi serius hingga luka bernanah di bagian wajah dan kepala.

Profil JRF 

Lalu siapakah Jeni Rahma? Menelusuri profil Jeni Rahma alias JRF tak mudah karena usai insiden malapraktik viral, Jeni menghapus akun instagramnya. 

Namun saat menjadi kontestan Putri Indonesia 2024, akun resmi putri Indonesia pernah mengunggah postingan mengenai sosok Jenny. 

Saat itu Jeni menggunakan dress panjang berwarna biru transparan dengan belahan paha yang tinggi. 

Lengkap dengan mahkota, Jeni berpose di hadapan kamera. 

Dijelaskan bahwa Jeni Rahma adalah seorang wanita muda yang tumbuh dan berkembang di tanah Lancang Kuning Melayu, di kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 

Dia menyelesaikan pendidikannya di Persada Bunda College, memperoleh gelar sebagai siswa terbaik pada tahun 2019. 

Putri termuda pasangan, Bapak Syahrial dan Ibu Yulidar itu menunjukkan minatnya terhadap dunia kontes kecantikan sejak masa remaja, khususnya selama sekolah menengah. 

Jeni disebut telah berpartisipasi dalam beberapa kontes kecantikan, mencapai kesuksesan yang luar biasa. 

Ini membawanya masuk ke dunia modeling profesional, di mana dia telah memamerkan berbagai desain dari desainer berbakat di Riau, secara nasional, dan internasional. 

Di luar kontes kecantikan dan modeling, Jeni juga aktif dalam komunitas perawatan lingkungan dan Waste Banks, terutama dalam mendidik masyarakat untuk lebih sadar dan bijak dalam mengurus sampah. 

“Melalui kontes Puteri Indonesia 2024, Jeni berharap dapat memberikan dampak positif yang lebih luas pada wanita muda Indonesia, mendorong mereka untuk lebih percaya diri, mencapai tujuan, berkontribusi pada kemajuan bangsa, dan mendukung pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2024,” tulis unggahan tersebut. 

Gelar Puteri Indonesia Dicabut 

Namun demikian usai menjadi tersangka, status finalis Puteri Indonesia Jeni telah dicabut.

Yayasan Puteri Indonesia merilis surat pernyatan resmi yang menyatakan mencabut gelar milik Jeni Rahmadial Fitri sebagai Puteri Indonesia Riau 2024. 

Hal itu berkaitan dengan kasus hukum yang tengah melibatkan Jeni.

"Yayasan Puteri Indonesia menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan untuk menjaga nama baik Yayasan Puteri Indonesia maka dengan ini Yayasan Puteri Indonesia memutuskan secara resmi mencabut gelar Puteri Indonesia Riau 2024 yang sebelumnya melekat pada Sdri. Jeni Rahmadial Fitri,” bunyi surat tersebut pada Rabu, (29/4/2026).

"Keputusan ini diambil juga sebagai bentuk komitmen Yayasan Puteri Indonesia dalam menjaga kredibilitas, profesionalisme para pemegang gelar Puteri Indonesia di seluruh Indonesia.”

Korban Jeni ternyata bukan hanya satu, dikabarkan ada 15 wanita yang diduga menjadi korban tindakan medis ilegal yang dilakukan tersangka.

Sebagian korban disebut mengalami kerusakan pada wajah hingga trauma psikologis.(*)