Jelang Rakornas, IKATEK Unhas Dorong Sinergi Bisnis Alumni dan Perkuat Jejaring Nasional

SILANEWS-Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (IKATEK Unhas) terus mematangkan berbagai agenda strategis untuk memperkuat peran dan kontribusi alumni terhadap almamater, dunia usaha, serta pembangunan nasional. Hal tersebut mengemuka dalam rapat pleno IKATEK Unhas yang digelar secara daring melalui Zoom, Selasa (25/8/2026).

Rapat yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.16 WIB dan dihadiri oleh 63 orang pengurus tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IKATEK, Dies Natalis Fakultas Teknik Unhas 2026, serta agenda Alumni/Engineering Award. Pertemuan juga menjadi forum konsolidasi untuk membangun arah pengembangan IKATEK yang semakin kuat, profesional, mandiri, dan memiliki jejaring bisnis yang luas.

Manajer Alumni Fakultas Teknik Unhas, Dr.Eng. Ir. Ardy Arsyad, ST., M.Eng.Sc., dalam sambutannya menekankan pentingnya hubungan alumni dengan Fakultas Teknik tidak hanya sebagai ikatan emosional, tetapi juga sebagai relasi dan mitra strategis dalam mengembangkan almamater. Menurutnya, kolaborasi antara alumni, perguruan tinggi, industri, dunia usaha, dan pemerintah menjadi semakin penting, khususnya dalam mendorong hilirisasi dan inovasi.

Ia berharap alumni Teknik Unhas dapat mengambil posisi terdepan, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat global.

Rakornas Jadi Momentum Konsolidasi dan Penguatan Organisasi

Ketua Umum IKATEK Unhas, Ir. A.Muhammad Sapri Pamulu, M.Eng, PhD. IPU, menyampaikan bahwa Rakornas nantinya tidak hanya membahas agenda organisasi, tetapi juga diarahkan menjadi momentum untuk melakukan konsolidasi alumni dan mempersiapkan berbagai agenda strategis, termasuk persiapan Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) IKATEK.

Dalam Rakornas juga akan dibahas berbagai bentuk sinergi antar-IKA Departemen, konsolidasi pelantikan sejumlah organisasi alumni, serta rencana pengukuhan kepengurusan alumni Program Studi/Profesi Insinyur. Seluruh IKA Departemen didorong untuk berpartisipasi aktif dalam rangkaian agenda tersebut.

Salah satu isu yang mendapat perhatian besar adalah bagaimana IKATEK dapat memiliki aktivitas usaha yang mampu menopang kemandirian organisasi sekaligus memberikan manfaat konkret bagi para alumni.

Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai business matching dan business synergy yang akan menjadi salah satu bagian penting dalam Rakornas.

IKATEK Didorong Memiliki Unit Bisnis yang Mandiri

Sejumlah peserta rapat menilai IKATEK memiliki potensi alumni yang sangat besar untuk dikonsolidasikan menjadi kekuatan ekonomi. Karena itu, IKATEK didorong membangun unit usaha yang profesional dan mandiri.

Ir. Sugianto, salah satu peserta rapat, menegaskan bahwa IKATEK harus berani menjadi "kapal induk" yang mampu berlayar ke berbagai penjuru Indonesia bahkan dunia. Potensi besar yang dimiliki alumni, menurut Ketua IKA Teknik Geologi Unhas & Komisaris Kawasan Industri Makassar (KIMA) ini, tinggal diramu dan dijahit dalam sebuah ekosistem yang tepat agar dapat memberikan manfaat bagi Fakultas Teknik, bangsa, dan negara.

Gagasan tersebut mendapat dukungan dari peserta lainnya. Salah satunya dari Ir.Jusman Sikki, Ketua IKA Teknik Mesin Unhas yang berharap ekosistem bisnis ini nantinya akan menjadi ruang bertumbuh dan belajar bagi alumni Teknik Unhas.

Dalam rapat juga dibahas kemungkinan pembentukan badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT), termasuk kajian mengenai struktur kepemilikan saham, akses permodalan, serta roadmap bisnis.

Salah satu peserta Rapat Ir. Hadi Muhtadi  menyampaikan bahwa pengembangan bisnis perlu dilakukan secara bertahap, mulai dari skala kecil dan menengah hingga usaha berskala besar. Alumni yang telah memiliki perusahaan juga berpotensi menjadi bagian dari ekosistem investasi dengan membuka peluang kepemilikan saham bagi sesama alumni.

Membangun Ekosistem Bisnis Alumni, Bukan Menyaingi Alumni

Forum juga mengemukakan konsep pengembangan layanan alumni yang lebih konkret. Salah satunya adalah membangun direktori bisnis berbasis database digital yang dapat mempertemukan kebutuhan antaralumni.

Melalui ekosistem tersebut, perusahaan alumni yang membutuhkan tenaga kerja dapat terhubung dengan alumni yang memiliki kompetensi sesuai. Demikian pula ketika perusahaan membutuhkan vendor, kontraktor, mitra usaha, bahan baku, akses permodalan maupun peluang proyek.

Yang tidak kalah penting, imbuh Ir.Ikhlas Bahar, Ketua IKA Teknik Elektro Unhas, IKATEK diharapkan tidak membangun perusahaan yang justru berkompetisi dengan bisnis milik alumni. Peran IKATEK lebih diarahkan sebagai jembatan, fasilitator, aggregator, dan penghubung berbagai potensi ekonomi alumni.

Ulasan tersebut mendapat dukungan Ir.Anwar Matawappe, Sekjen IKA Teknik Unhas dan CEO Titah Group. Menurut lelaki yang akbar disapa 'No itu, "Konsep tersebut diharapkan diperkuat dengan gagasan untuk mengembangkan forum bisnis alumni dengan format yang profesional dan memiliki tata kelola yang jelas, bahkan disebut dapat memiliki karakter seperti forum bisnis berskala Kadin. Dengan demikian, kegiatan bisnis alumni dapat berlangsung secara terbuka, terukur, profesional, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh anggota".

Sinergi Lintas Departemen dan Perluasan Jejaring Nasional

Rapat juga menekankan bahwa pengembangan bisnis tidak dapat dilakukan secara sektoral. Peluang usaha dan proyek membutuhkan kolaborasi lintas disiplin, sehingga sinergi antaralumni dari berbagai departemen menjadi kunci.

Jaringan alumni bahkan didorong untuk diperluas dengan menggandeng jejaring fakultas teknik dari perguruan tinggi lain seperti ITB, UI, ITS, dan UGM. Gagasan tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem yang lebih luas sekaligus menjadi bagian dari inkubator pengembangan alumni Teknik.

Sementara itu, Forum Mahasiswa dan Alumni (FORMIKA) juga diharapkan memainkan peran penting sebagai motor regenerasi dan penguatan jejaring alumni muda. FORMika telah menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan Rakornas dan terus mengembangkan jejaringnya di sejumlah wilayah Indonesia.

Alumni Program Profesi Insinyur Siap Memperkuat Ekosistem IKATEK

Dalam rapat tersebut juga disampaikan rencana peresmian Ikatan Alumni Program Profesi Insinyur (IKA PPI) Unhas, yang disebut memiliki potensi sekitar 6.000 alumni.

Ketua Bidang Komunikasi & Media Sosial IKATEK Unhas Ir.Amril Taufik Gobel, ST,IPU, ASEAN Eng. menyampaikan bahwa keberadaan alumni Program Profesi Insinyur dapat menjadi kekuatan baru bagi IKATEK melalui kolaborasi usaha, profesionalisme, dan perluasan jejaring dengan alumni profesi insinyur dari berbagai perguruan tinggi.

Sinergi tersebut dinilai akan semakin memperkuat jaringan alumni Teknik Unhas, terutama karena alumni profesi insinyur memiliki latar belakang profesional yang tersebar di berbagai sektor dan wilayah.

Inkubasi Bisnis untuk Alumni Muda

Agenda lain yang mendapat perhatian adalah pengembangan inkubasi bisnis alumni, khususnya bagi alumni muda yang baru memasuki dunia profesional dan kewirausahaan.

Ir.Azis Lihawa menyampaikan bahwa masih banyak alumni muda yang membutuhkan mentor setelah menyelesaikan pendidikan. Mereka tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga pendampingan agar dapat menjalankan bisnis secara lebih sistematis dan profesional.

Karena itu, pengembangan mentor bisnis alumni menjadi salah satu kebutuhan yang perlu mendapat perhatian IKATEK ke depan.

Dari Jejaring Alumni Menuju Kekuatan Ekonomi

Ketua Dewan Pakar IKA Teknik Unhas, Prof. Buana Maruf, menilai berbagai gagasan    muncul dalam rapat sangat baik, namun tantangan berikutnya adalah bagaimana memastikan seluruh gagasan tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten.

Menurutnya, sinergi alumni perlu diperluas dan tidak hanya mengandalkan kekuatan internal. Kolaborasi dengan pihak eksternal juga penting agar jejaring alumni semakin luas dan memberikan dampak yang lebih besar.

Ketua Umum IKATEK juga menyampaikan adanya permintaan dari Gubernur Kalimantan Utara untuk membentuk perwakilan IKATEK di wilayah tersebut. Selain itu, berbagai agenda kuliah umum dan kegiatan akademik yang melibatkan alumni diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi memiliki tindak lanjut yang memberikan dampak nyata bagi alumni dan almamater.

Dengan demikian, rapat pleno IKATEK Unhas menegaskan satu arah besar: membangun organisasi alumni yang bukan hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu menjadi ekosistem profesional, kewirausahaan, investasi, dan kolaborasi lintas sektor.

Rakornas IKATEK 2026 diharapkan menjadi titik awal untuk menerjemahkan gagasan tersebut ke dalam roadmap yang lebih konkret, mulai dari penguatan kelembagaan, pembentukan unit bisnis, business matching, pengembangan database alumni, akses permodalan, inkubasi bisnis, hingga perluasan jejaring nasional dan internasional.

Sebagaimana menjadi semangat dalam penutupan rapat, seluruh alumni Teknik Unhas diharapkan dapat terus bersinergi, maju bersama, dan memberikan kontribusi terbaik bagi almamater, bangsa, dan negara.(*)