LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Turnamen IKA Smansa Mini Soccer Seri 2 menjadi ajang silaturahmi sekaligus regenerasi alumni SMAN 1 Makassar dari berbagai angkatan.
Turnamen yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (12-13/9/2026), digelar di Lapangan Mini Soccer Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Makassar, Jl Wijaya Kusuma, Kota Makassar.
Kompetisi tersebut mempertemukan alumni lintas dekade, mulai angkatan 80-an, 90-an hingga 2001.
Ketua Smansa Football Community, Chaerul Amir, mengatakan turnamen mini soccer tersebut merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan secara berseri.
"Turnamen mini soccer ini adalah turnamen yang sifatnya tahunan kita selenggarakan, berseri. Ini adalah seri kedua," ujarnya.
Menurut Chaerul, seri sebelumnya lebih banyak melibatkan alumni angkatan 80-an dan 90-an.
Sementara pada seri kedua, alumni angkatan 2000-an mulai dilibatkan untuk mendorong regenerasi pengelolaan Smansa Football Club.
"Seri sebelumnya hanya angkatan 80-an dan 90-an saja. Tapi untuk seri kedua ini kita melibatkan adik-adik angkatan 2000, dengan maksud agar ada regenerasi pengelolaan Smansa Football Club ini dari kita yang senior 80-an ke generasi yang muda, khususnya angkatan 2000-an," ujarnya.
Turnamen tersebut diikuti sekitar delapan tim yang tergabung dari alumni angkatan 80-an, 90-an dan 2001.
Pertandingan menggunakan sistem cup dan plate.
Tim yang menempati posisi 1 hingga 4 pada babak penyisihan bersaing di kategori cup untuk memperebutkan juara 1, 2, 3 dan 4.
Sementara kategori plate diperuntukkan bagi papan bawah dengan perebutan juara 1 hingga 4 dan kualifikasi hadiah yang berbeda.
"Tentunya yang cup lebih tinggi hadiahnya. Total hadiah kurang lebih Rp12 juta," kata Chaerul.
Penyelenggaraan turnamen juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT IKA Smansa ke-76.
Sebelumnya, berbagai kegiatan telah digelar, di antaranya jalan santai dan paddle.
"Perayaan anniversary atau ulang tahun IKA Smansa yang ke-76, yang kemarin dirangkaikan berbagai upacara. Ada jalan santai, ada paddle, dan berbagai macam kegiatan," ujarnya.
Pertandingan mini soccer menjadi bagian akhir rangkaian peringatan tersebut sekaligus tetap menjadi agenda tahunan Smansa Football Community.
"Insyaallah Mini Soccer Liga Smansa ini adalah agenda tahunan. Ini adalah tahun kelima dari rangkaian yang sudah kita selenggarakan beberapa tahun-tahun sebelumnya, yang dulu namanya futsal. Karena belakangan mini soccer lebih populer, sehingga kita beralih ke mini soccer," kata Chaerul.
Ketua Umum IKA Smansa, Andi Ina Kartika, mengatakan rangkaian kegiatan HUT IKA Smansa ke-76 masih terus berlangsung melalui berbagai agenda yang dibuat bidang-bidang dalam organisasi, khususnya olahraga.
"Dan ternyata sampai hari ini masih ada acara-acara yang dibuat oleh masing-masing bidang-bidang, khususnya olahraga," kata Ina.
Menurut Ina, kegiatan seperti turnamen olahraga menjadi ruang untuk mempertemukan alumni tanpa membawa jabatan maupun profesi masing-masing.
"Dan di sini, di saat kita masuk di dalam IKA Smansa, tidak ada jabatan yang melekat. Itu kunci juga yang sangat saya rasakan," ujarnya.
Ia mengatakan seluruh alumni kembali menjadi bagian dari keluarga besar ketika berada dalam lingkungan IKA Smansa.
"Siapa pun itu, pejabat apa pun dia dalam tugas kesehariannya, tetapi pada saat dia masuk di IKA Smansa, baju itu lepas," katanya.
"Akhrinya yang ada adalah kita pernah menjadi satu, menjadi keluarga besar, tentu karena pernah belajar di SMA Negeri 1 Smansa," lanjut Ina.
Ia berharap kegiatan olahraga terus dipertahankan karena menjadi salah satu ruang untuk mempererat hubungan antarangkatan.
"Tentu harapan saya sebagai Ketua Umum IKA Smansa, kegiatan seperti ini tetap terus dilaksanakan, karena di sinilah ajang silaturahmi dan tentu sekali lagi ini juga semakin mempererat ukhuwah antarangkatan dan tidak memandang umur," ujarnya.
Dalam turnamen tersebut, sejumlah alumni dari berbagai profesi dan generasi turut turun ke lapangan, termasuk mantan Wali Kota Makassar yang merupakan alumni IKA Smansa angkatan 1981, Danny Pomanto.
Kehadiran alumni lintas generasi tersebut memperlihatkan olahraga menjadi salah satu ruang yang mempertemukan keluarga besar IKA Smansa dalam suasana kebersamaan.
"Sebuah ritual dari IKA Smansa Makassar ini luar biasa, karena di semua sisi itu hidup, termasuk di olahraga. Bukan hanya ini, ada paddle juga. Nah, kalau ini kebetulan saya juga di paddle, saya juga di mini soccer," kata Danny.
Menurut Danny, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga silaturahmi antarsesama alumni.
"Ya, di samping sehat, ada latihan rutin. Kadang hari Minggu pagi, ada juga sore di sini. Kemudian silaturahmi, tidak ada batas apa-apa di sini," ujarnya.
Ia menyebut alumni yang hadir berasal dari berbagai profesi, namun seluruhnya melebur ketika berada dalam kegiatan IKA Smansa.
"Ada pejabat di sini, ada ibu bupati, ada dokter kepala dokter kabupaten, jaksa, semua ada. Tidak ada batas. Semua di sini melebur," kata Danny.
Danny juga menyinggung persaingan antargenerasi yang tetap terasa dalam pertandingan mini soccer tersebut.
"Ya, alhamdulillah, karena saya ini masuk golongan paling tua. Paling tua. Jadi kita kemarin kalah dari yang lebih muda, dari jaksa," katanya.
"Angkatan tetap 80-an, tapi 87 kalau tidak salah," lanjut Danny saat ditanya mengenai lawan berikutnya.
