Albanese: "Bismillah, c'est la lumière!"

Paris,BentengNews.Com--Utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk wilayah Palestina yang diduduki, Francesca Albanese, tampil di atas panggung konser rapper Amerika Serikat, Macklemore, di Paris, Prancis. Ia menggunakan kesempatan itu untuk membalik slogan viral aksi unjuk rasa Prancis menjadi seruan menyalakan harapan.

Di hadapan ribuan penonton, Albanese menyerukan solidaritas untuk Palestina dan mengajak masyarakat dunia mengubah dukungan menjadi aksi nyata. Dilansir i24NEWS, Albanese naik ke panggung Accor Arena, Paris, Kamis (29/10/2026), dalam rangkaian tur musik bertajuk Free Palestine Tour yang digelar Macklemore.

Menjelang akhir pidatonya, Albanese meminta seluruh penonton menyalakan lampu dari telepon seluler masing-masing. Aksi tersebut dilakukan sebagai penghormatan kepada anak-anak Palestina yang menjadi korban kekerasan dan perang.

Di tengah ribuan cahaya telepon genggam yang menyala, Albanese kemudian meneriakkan kalimat dalam bahasa Prancis, "Bismillah, c'est la lumière!" yang berarti "Dengan nama Allah, inilah cahaya!"

Seruan tersebut mengadaptasi slogan yang belakangan viral dalam aksi demonstrasi pelajar di Prancis, yakni “Bismillah, c’est la tenebres” yang artinya “Dengan nama Allah, inilah kegelapan”. Para pengunjuk rasa menggunakan slogan itu untuk mengolok-olok aparat Prancis yang mencoba membajak aksi dengan mengesankannya dipicu imigran Muslim.

Di hadapan penonton yang memadati arena, pakar hukum asal Italia itu memuji keteguhan rakyat Palestina yang terus bertahan menghadapi agresi Israel. Menurut dia, tekad rakyat Palestina untuk tidak menyerah telah membuka mata jutaan orang terhadap kekejaman dunia sekaligus kemungkinan untuk mengubahnya.

"Keteguhan mereka untuk tidak menyerah telah membuka mata jutaan orang terhadap kengerian dunia yang kita warisi dan kemungkinan untuk mengubahnya," ujar Albanese.

Dia kemudian menyampaikan pesan kepada pihak-pihak yang berusaha membungkam suara kritis dan mengintimidasi orang-orang yang berani bersuara.

"Kepada mereka yang melindungi orang-orang berkuasa dan mengancam mereka yang menolak untuk diam, saya ingin menyampaikan tiga kata: bekerjalah bersama kami, bukan melawan kami. Lakukanlah demi diri kalian sendiri dan anak-anak kalian," kata Albanese.

Dia juga mengajak penonton membangun gerakan solidaritas yang lebih terorganisasi. Menurut dia, dukungan terhadap Palestina tidak boleh berhenti pada simpati dan pernyataan sikap.

"Mari berpikir bersama, bergerak bersama, bertindak bersama, menari bersama, dan bermimpi bersama. Mari ubah kesadaran ini menjadi organisasi, dan solidaritas menjadi tindakan," ujarnya.

Albanese selanjutnya berbicara mengenai konsep sumud, istilah dalam bahasa Arab yang menggambarkan keteguhan, ketabahan, dan keterikatan rakyat Palestina terhadap tanah air mereka.

Dia menjelaskan, sumud bukan sekadar bertahan hidup di tengah penderitaan. Istilah tersebut juga mencerminkan tekad untuk tetap berpijak pada tanah sendiri, mencintainya sekalipun dihancurkan, serta tidak kehilangan kemanusiaan.

"Artinya tetap teguh di tengah badai, tetap berakar di tanah sendiri, mencintainya bahkan ketika tanah itu dihancurkan, dan menolak untuk melepaskan kemanusiaan kita," kata Albanese.

Penampilan Albanese menjadi salah satu momen penting dalam konser Macklemore yang secara khusus didedikasikan untuk solidaritas Palestina.

Albanese telah menjabat sebagai Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki sejak 2022. Dia berulang kali menuding Israel melakukan genosida di Jalur Gaza. Tuduhan tersebut ditolak Israel.

Dia juga menyerukan pemberlakuan sanksi ekonomi dan langkah boikot terhadap Israel sebagai upaya menekan negara tersebut.

Pada Juli 2025, pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Albanese. Washington berdalih sanksi tersebut berkaitan dengan langkah-langkah Albanese yang menyasar pejabat Amerika Serikat dan Israel melalui proses di Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Sementara itu, Macklemore menggunakan popularitasnya sebagai musisi untuk mengangkat isu Palestina melalui tur musik tersebut. Konser di Paris merupakan bagian dari rangkaian pertunjukan Free Palestine Tour yang juga digelar di Dublin dan London.

Sebelumnya, Macklemore dikenal melalui lagu Hind's Hall yang dirilis pada 2024. Lagu tersebut terinspirasi gerakan mahasiswa yang memprotes perang Israel di Gaza. Macklemore juga menyatakan dukungannya terhadap perjuangan Palestina melalui berbagai penampilan dan pernyataan publik.(*)