JAKARTA,BENTENGNEWS.COM - Pelemahan rupiah terhadap dolar AS beberapa waktu ini ternyata mendapat sorotan media asing.
Salah satunya yakni media asal Malaysia The Star. Dalam artikel mereka berjudul "'Problem is not even an issue,' Weakening Indonesian rupiah to lure more tourists, deputy minister says" media ini menyoroti pernyataan salah satu pejabat Indonesia.
"Otoritas pariwisata Indonesia mengatakan bahwa depresiasi rupiah terhadap dolar AS dapat menghadirkan peluang untuk meningkatkan kedatangan wisatawan asing, karena nilai tukar tersebut meningkatkan keterjangkauan negara bagi wisatawan internasional," tulis mereka.
Seperti diketahui, saat berbicara di Bali and Beyond Travel Fair di Badung pada hari Sabtu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan bahwa tren mata uang saat ini dapat mendorong wisatawan mancanegara untuk tidak hanya memilih Indonesia sebagai destinasi utama mereka, tetapi juga memperpanjang masa tinggal mereka.
Sebagai tanggapan, kementerian telah mengintensifkan kampanye promosi untuk memanfaatkan daya saing harga ini, kata pejabat tersebut.
Sebagai catatan, Ni Luh mengatakan Indonesia menargetkan untuk mencatat 16-17 juta kedatangan wisatawan asing karena negara kepulauan ini ingin meningkatkan apa yang disebut "pariwisata berbasis pengalaman".
Target terbaru menunjukkan bahwa Indonesia ingin melampaui level pra-pandemi, di mana negara ini berhasil menarik 16 juta wisatawan asing.
Indonesia telah berupaya memulihkan industri pariwisatanya sejak Covid-19 melanda negara ini pada tahun 2020. Target setahun penuh untuk tahun 2025 adalah 15,3 juta wisatawan asing.
Menurut Ni Luh, kebijakan pariwisata Indonesia tidak hanya akan berpusat pada jumlah kedatangan wisatawan.
Namun, pemerintah akan fokus pada apa yang mereka sebut pengembangan pariwisata berbasis pengalaman, sekaligus meningkatkan standar keselamatan.
"Kita tidak hanya berbicara tentang angka. Kita ingin fokus pada kualitas pengalaman yang dirasakan wisatawan saat berwisata di negara kita. Pariwisata berbasis pengalaman adalah kunci pengembangan pariwisata kita," kata Ni Luh.
Sebagaimana diketahui, laporan Bisnis sebelumnya menyebut bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (3/6/2026).
Melansir data RTI Infokom pukul 09.15 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kini dibanderol di level Rp17.887 atau mengalami pelemahan 0,39%.
Kinerja nilai tukar rupiah kontras dengan penguatan yang dialami sejumlah mata uang negara lain di Asia.
Dolar Taiwan dibuka menguat 0,05%, dolar Singapura menguat 0,02%, won Korea naik 0,02%, yen Jepang naik 0,06%, atau dolar Hong Kong naik 0,01%. Hanya baht Thailand yang bernasib serupa, dengan turun 0,06%.(*)
