BENTENGNEWS.COM-- Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan terungkapnya sosok "Ustazah Hajar" yang viral di TikTok. Akun dengan nama pengguna @nia.hajar_s tersebut ternyata bukan menampilkan manusia sungguhan, melainkan karakter yang dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Fakta tersebut memicu perdebatan luas di kalangan warganet, terutama terkait keaslian konten dakwah digital serta pentingnya verifikasi informasi di era perkembangan teknologi AI yang semakin pesat.
Akun TikTok Miliki 1 Juta Pengikut
Berdasarkan pantauan, akun TikTok tersebut telah memiliki sekitar 1 juta pengikut dengan lebih dari 12 juta tanda suka.
Video-video yang diunggah memperlihatkan seorang perempuan berhijab sedang menyampaikan ceramah agama di depan mikrofon layaknya seorang ustazah.
Visual yang sangat realistis membuat banyak pengguna media sosial meyakini bahwa sosok tersebut merupakan manusia asli. Bahkan tidak sedikit yang mengikuti akun tersebut karena mengira ceramah yang disampaikan berasal dari seorang pendakwah sungguhan.
Namun belakangan, publik mengetahui bahwa seluruh karakter yang tampil dalam video merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan.
Pakar Ungkap Ciri Konten AI
Pemerhati budaya dan komunikasi digital, Firman Kurniawan, menjelaskan terdapat sejumlah ciri yang dapat membantu masyarakat mengenali video yang dibuat menggunakan AI.
Menurutnya, salah satu tanda paling mudah dikenali adalah pola intonasi suara yang terdengar sangat rapi dan konsisten.
Dalam percakapan alami, manusia biasanya memiliki jeda berpikir, perubahan tempo bicara, hingga penekanan kata yang berbeda-beda.
Sebaliknya, suara hasil AI cenderung memiliki ritme yang stabil, teratur, dan minim variasi sehingga terdengar terlalu sempurna.
Selain suara, beberapa video AI juga terkadang masih memperlihatkan gerakan bibir, ekspresi wajah, hingga kedipan mata yang kurang alami apabila diamati secara lebih teliti.
Baca Juga: Realme P4X 4G Resmi Meluncur 2 Juli 2026, Harga Rp3 Jutaan Bawa Kamera 50MP, Layar 120Hz dan Baterai 8.000 mAh
Teknologi AI Semakin Mudah Digunakan
Firman menilai perkembangan teknologi AI saat ini membuat siapa pun semakin mudah membuat konten yang menyerupai manusia asli.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang mendorong pesatnya penyebaran konten AI di media sosial.
Pertama, biaya penggunaan teknologi AI kini semakin murah bahkan banyak platform menyediakan layanan gratis dengan fitur yang cukup lengkap.
Kedua, proses pembuatannya semakin sederhana. Seseorang tidak lagi membutuhkan kemampuan teknis yang rumit karena cukup memanfaatkan berbagai aplikasi AI yang tersedia dan mengikuti tutorial di internet.
Ketiga, kualitas hasil yang dihasilkan AI semakin realistis sehingga masyarakat awam semakin sulit membedakan mana video asli dan mana yang merupakan hasil rekayasa digital.
Perkembangan tersebut membuat penggunaan AI kini meluas ke berbagai bidang, mulai dari pendidikan, hiburan, pemasaran, hingga pembuatan konten media sosial.
Muncul Kekhawatiran soal Konten Dakwah AI
Terungkapnya sosok "Ustazah Hajar" sebagai karakter AI memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah persoalan akuntabilitas terhadap isi ceramah yang disampaikan.
Apabila terdapat kesalahan penyampaian dalil, kekeliruan penafsiran ayat, maupun informasi agama yang tidak tepat, masyarakat akan kesulitan mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab karena tokoh yang tampil bukan manusia nyata.
Hal ini menjadi tantangan baru dalam perkembangan dakwah digital, terutama ketika teknologi AI mampu menghasilkan video yang sangat menyerupai manusia.
Pentingnya Literasi Digital di Era AI
Fenomena tersebut kembali menunjukkan pentingnya meningkatkan literasi digital masyarakat.
Pengguna media sosial diharapkan tidak langsung mempercayai seluruh konten yang beredar tanpa melakukan pengecekan terhadap sumber maupun identitas pembuatnya.
Selain itu, masyarakat juga disarankan membandingkan informasi keagamaan dengan rujukan yang berasal dari ulama, lembaga resmi, maupun sumber yang memiliki kredibilitas jelas.
Kemampuan AI yang semakin canggih memang membuka banyak peluang positif dalam dunia digital, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan baru terkait penyebaran informasi yang berpotensi menyesatkan apabila tidak disertai transparansi.
AI Diprediksi Semakin Mendominasi Konten Digital
Sejumlah pengamat memperkirakan penggunaan kecerdasan buatan dalam pembuatan video akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Teknologi generatif kini mampu menghasilkan wajah, suara, gerakan tubuh, hingga ekspresi yang semakin menyerupai manusia asli dengan waktu produksi yang jauh lebih singkat.
Karena itu, platform digital, pembuat konten, serta pengguna media sosial diharapkan semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi tersebut.
Di sisi lain, masyarakat juga dituntut memiliki kemampuan mengenali karakteristik konten AI agar tidak mudah terkecoh oleh video yang tampak realistis tetapi sebenarnya merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan.(*)
