BENTENGNEWS.COM – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatatkan prestasi dalam pembangunan sosial setelah berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem menjadi 0,94 persen pada 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), capaian tersebut turun 0,63 poin persentase dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1,57 persen.
Penurunan itu menjadikan Sidrap sebagai kabupaten dengan tingkat kemiskinan ekstrem terendah di Sulawesi Selatan, sekaligus salah satu yang terendah di Pulau Sulawesi.
Capaian tersebut mencerminkan hasil berbagai program yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah memfokuskan kebijakan pada penguatan sektor pertanian, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, perlindungan sosial yang tepat sasaran, serta pembangunan infrastruktur ekonomi.
Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, mengatakan penurunan angka kemiskinan ekstrem bukan sekadar pencapaian statistik, tetapi menjadi indikator meningkatnya kualitas hidup masyarakat.
“Penurunan kemiskinan ekstrem ini membuktikan bahwa pembangunan yang terarah, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan masyarakat mampu menghasilkan perubahan nyata,” kata Syahar sapaan akrabnya, Jumat (26/6).
Semakin banyak warga Sidrap yang berhasil meningkatkan pendapatan sehingga keluar dari kategori kemiskinan ekstrem.
“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program-program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Syaharuddin Alrif.
Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatatkan prestasi dalam pembangunan sosial setelah berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem menjadi 0,94 persen pada 2025
Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatatkan prestasi dalam pembangunan sosial setelah berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem menjadi 0,94 persen pada 2025 (IST)
Menurut Syaharuddin, angka kemiskinan ekstrem yang kini berada di bawah satu persen menunjukkan bahwa sekitar 99 persen penduduk Sidrap telah berada di atas kategori kemiskinan ekstrem.
Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
Keberhasilan itu melengkapi capaian Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang yang sebelumnya menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia sebagai Kabupaten Terbaik I Regional Sulawesi dalam Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting.
Penghargaan tersebut memperkuat pengakuan atas keberhasilan pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sebagai informasi, kemiskinan ekstrem merupakan kondisi ketika tingkat konsumsi atau pengeluaran seseorang berada di bawah 2,15 dolar Amerika Serikat (AS) berdasarkan purchasing power parity (PPP) per orang per hari.
Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp13.000 hingga Rp15.000 per orang per hari atau sekitar Rp400 ribu per orang per bulan.
Dengan penurunan sebesar 0,63 poin persentase, sebagian masyarakat yang sebelumnya masuk kategori kemiskinan ekstrem kini telah berhasil meningkatkan pendapatan dan keluar dari kelompok tersebut.
Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang menegaskan akan melanjutkan berbagai program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat agar tren penurunan kemiskinan ekstrem dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang.(**)
