MAKASSAR,BENTENGNEWS--Kelak jika Munafri Aripuddin tak lagi jadi wali kota, dia ingin tetap dikenang karena ada legasy yang ditinggalkan.
Bukan sekadar bangunan baru, program yang selesai, atau angka-angka pembangunan.
Ada satu warisan yang ingin ia tinggalkan, Makassar sebagai kota yang bersih, sehat, rapi dan tidak jorok.
Keinginan itu ia sampaikan ketika membawa kru Tribun Timur melihat langsung perubahan di TPA Tamangapa beberapa waktu lalu.
Tempat yang selama bertahun-tahun identik dengan tumpukan sampah itu kini menjadi salah satu titik yang ingin dibenahi sebagai bagian dari perubahan wajah Kota Makassar.
Munafri mengatakan, dirinya tidak ingin generasi berikutnya menerima warisan berupa persoalan lingkungan yang sama.
"Saya tidak mau mewariskan kepada generasi berikutnya kota yang jorok, kota yang kotor, kota yang tidak sehat," kata Munafri.
Ia ingin meninggalkan gambaran yang berbeda.
"Kita ingin memperlihatkan ke generasi berikutnya bahwa kota ini adalah kota yang sehat, kota yang bersih, kota yang indah," lanjutnya.
Bagi Munafri, legacy tersebut tidak bisa dibangun hanya dengan mempercantik pusat kota.
Kebersihan harus dimulai dari persoalan yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar Makassar, yaitu sampa.
Karena itu, TPA Tamangapa menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian serius.
Munafri menyebut TPA tersebut telah beroperasi sejak sekitar 1992 atau 1993 dengan sistem open dumping.
Selama puluhan tahun, sampah ruuumah tangga masuk dan bercampur tanpa pemilahan dari sumber.(*)
