Makassar, BentengNews.Com--Dr Jufri Rahman, MSi, dipercaya memimpin Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS) Sulawesi Selatan periode 2026–2030.
Jufri bersama jajaran pengurus dijadwalkan dikukuhkan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (27/10/2026).
Fadli Zon yang juga menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat HIPIIS akan menghadiri pengukuhan sekaligus menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional Kebudayaan.
Wakil Ketua HIPIIS Sulsel Dr Amir Muhiddin, MSi, mengatakan kepengurusan yang dipimpin Jufri Rahman telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Pengurus Pusat HIPIIS Nomor 01/HIPIIS/VI/2026 tertanggal 22 Juni 2026.
SK tersebut ditandatangani Ketua Umum PP HIPIIS Fadli Zon bersama Sekretaris Umum Prof Dr Ma’mun Murod, MSi.
“Seminar ini akan mengangkat budaya lokal sebagai fondasi dalam memperkuat budaya nasional di tengah disrupsi global,” kata Amir kepada media, Ahad (25/10/2026) malam.
Pengukuhan pengurus HIPIIS Sulsel akan berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel.
Jufri Rahman Didampingi Enam Wakil Ketua
Dalam menjalankan organisasi HIPIIS Sulsel selama empat tahun mendatang, Jufri Rahman akan didampingi enam ketua bidang kepengurusan.
Keenamnya yakni Prof Dr Muhammad Alhamid, SIP, MSi; Dr Abd Malik Faisal, SH, MAdmPemb; Dr Amir Muhiddin, MSi; Dr Nurhayati Azis, MSi; Dr M Iqbal Suhaeb, MS; dan Prof Dr Jamaluddin Ahmad, SSos, MSi.Baca Panduan Tur
Sementara posisi sekretaris umum dipercayakan kepada Dr M Ramli AT, MSi.
Ramli akan dibantu lima sekretaris, yakni Dr M Yahya Mustafa, MSi; Dr Riswandi Nur Marzuki, MSi; Surianto, SSos, MSi; Andi Nurlela, SSos, MSi; dan Novia Fridayanti, MSi.
Adapun bendahara dijabat Prof Dr Syamsidah, MPd, dengan dua wakil bendahara, Dr Roswianti, SE, MM, dan Atma Ras, SSos, MA.
Selain pengurus harian, kepengurusan HIPIIS Sulsel juga dilengkapi Dewan Kehormatan dan Dewan Pertimbangan. Dewan Pertimbangan diketuai Prof Dr Mansyur Ramly, SE, MSi.
Organisasi yang dipimpin Jufri Rahman tersebut memiliki 13 komisi yang mencakup berbagai disiplin ilmu sosial, mulai dari ekonomi, pemerintahan, kebijakan publik, hukum, politik, pendidikan, hingga komunikasi dan kebudayaan.
Fadli Zon Jadi Pembicara Utama Seminar Nasional
Amir menjelaskan, pengukuhan kepengurusan Jufri Rahman akan dirangkaikan dengan Seminar Nasional Kebudayaan bertema “Peranan Budaya Lokal dalam Memperkuat Budaya Nasional Menghadapi Disrupsi Global”.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dijadwalkan tampil sebagai pembicara utama.
Guru Besar Antropologi Agama UIN Alauddin Makassar, Prof Drs Wahyuddin Halim, MA, PhD, akan membawakan materi “Kearifan Lokal Siri’ na Sara’ dalam Memperkuat Budaya Nasional di Era Disrupsi Global”.
Sementara Guru Besar Sastra Daerah Universitas Hasanuddin, Prof Dr Nurhayati Rahman, MHum, dijadwalkan menyampaikan materi “Epos I La Galigo di Panggung Modern untuk Memperkuat Budaya Nasional”.
Amir mengatakan kedua materi tersebut dipilih karena memiliki keterkaitan dengan kekayaan budaya masyarakat Sulawesi Selatan.
Nilai Siri’ na Sara’ dan warisan sastra I La Galigo dinilai penting untuk terus dikaji dalam menghadapi perkembangan budaya global.
Menurut Amir, masuknya budaya populer global, termasuk K-Pop, gaya hidup Barat, dan budaya digital, menjadi tantangan bagi upaya mempertahankan identitas budaya bangsa.
Karena itu, pengembangan ilmu-ilmu sosial perlu memberi perhatian terhadap keberadaan dan keberlanjutan budaya lokal.
HIPIIS Sulsel Siapkan 13 Komisi
Di bawah kepemimpinan Jufri Rahman, HIPIIS Sulsel memiliki 13 komisi yang akan menjadi wadah pengembangan keilmuan dan kegiatan organisasi.Baca Berita
Komisi tersebut mencakup bidang ekonomi dan keuangan, administrasi dan kebijakan publik, hukum dan HAM, wanita dan gender, ilmu politik dan pemerintahan, serta sumber daya manusia dan kesejahteraan sosial.Cari Peta Wilayah
Bidang lainnya meliputi generasi muda, pendidikan dan pelatihan, agama dan kebudayaan, pengembangan organisasi dan kelembagaan, lingkungan hidup dan kearifan lokal, kependudukan dan pembangunan keluarga, serta komunikasi dan hubungan antarlembaga.
Amir berharap kepengurusan HIPIIS Sulsel periode 2026–2030 dapat memperkuat kerja sama akademisi, peneliti, dan praktisi ilmu sosial dari berbagai perguruan tinggi.
Pengukuhan Jufri Rahman bersama jajaran pengurus diharapkan menjadi momentum memperluas kontribusi HIPIIS dalam menjawab persoalan sosial sekaligus mendorong pelestarian kebudayaan lokal di Sulawesi Selatan.
Seminar nasional yang menghadirkan Fadli Zon tersebut sekaligus menjadi agenda awal bagi kepengurusan baru HIPIIS Sulsel untuk mempertemukan pemikiran akademisi dan pemangku kepentingan mengenai masa depan kebudayaan nasional di tengah perubahan global.(*)
