Veda dan Maximo Quiles bisa kena getahnya karena Marc Marquez terlalu brutal di MotoGP
Pembalap Ducati, Marc Marquez, pada balapan MotoGP Amerika 2026, Minggu (29/3/2026).
Pembalap Ducati, Marc Marquez, pada balapan MotoGP Amerika 2026, Minggu (29/3/2026).
©
BENTENGNEWS.COM - Kehebatan Marc Marquez dalam menunjukkan aksinya pada ajang MotoGP bisa membawa dampak untuk kelas balap di bawahnya termasuk Moto3.
Menjelang akhir pekan balap pada MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans, daya tarik seorang Marc Marquez sebagai salah satu rider jempolan menyita perhatian.
Rider milik tim pabrikan Ducati tersebut datang dengan membawa hasil minor dari seri sebelumnya, GP Spanyol dengan torehan gagal finis alias DNF (did not finish).
Kendati menorehkan hasil DNF pada sesi balapan utama, Marquez sejatinya tampil kompetitif dengan meraih pole position dan kemenangan dalam sprint race.
Kemenangan pada sesi balapan mini pada GP Spanyol lalu juga membuat pembalap berusia 33 tahun itu mendapatkan sorotan tajam karena aksi potong jalurnya.
Walau tidak melanggar apa pun dalam regulasi MotoGP, tak sedikit pihak yang menilai Marquez tak sepatutnya memotong jalur untuk masuk ke pit usai jatuh di tikungan 13.
Nasib sial dan momentum pergatian motor karena kondisi lintasan mulai basah yang memakan waktu tak menghentikan Marquez untuk memenangi sesi itu.
Penampilan peraih 7 gelar juara dunia kelas utama itu pada sprint race GP Spanyol telah mengundang decak kagum dari seorang Maximo Quiles.
Andalan Aspar Team di kelas Moto3 tersebut benar-benar mengakui level dari bakat yang dimiliki Marquez yang juga mentornya itu.
Di mata Quiles, Marquez terlalu brutal dalam memperjuangkan kemenangan di lintasan di mana hal itu terbukti saat sprint race GP Spanyol.
Karena hal itulah, Quiles merasa apa yang dilakukan oleh si Alien akan mempersulit para pembalap muda yang kini sedang merintis di kelas bawah seperti Moto3.
Bagaimana tidak? Pencapaian Marquez akan sulit disaingi di masa depan oleh pembalap-pembalap baru.
Butuh kerja yang sangat keras bagi Quiles atau pembalap seangkatannya di kelas Moto3 saat ini seperti Veda Ega Pratama untuk bisa setidaknya mendekati level Marquez.
"Brutal, sejujurnya, dia mempersulit kami para pembalap muda, karena dia melakukan hal-hal yang luar biasa," kata Quiles, dilansir BolaSport.com dari Motosan.
"Sekarang kami para pembalap muda harus memacu diri kami sendiri untuk melakukan hal-hal seperti dia. Yah, tidak sampai pada level itu, sih," imbuhnya.
Quiles yang notabene murid Marquez sendiri saat ini sedang membuat jalan nasibnya sendiri di kelas Moto3 dengan sementara berada di puncak klasemen.
Dalam 4 seri Moto3 2026, dia tampil kuat dengan meraih total 4 podium dengan 2 kemenangan.
Dia menjadi salah satu lawan berat bagi Veda yang berlabel sebagai rookie alias pembalap pendatang baru dalam peta persaingan Moto3 2026.
Kendati berlabel sebagai rookie, penampilan Veda juga terbilang menjanjikan di mana dia selalu mampu meraih finis di posisi 10 besar.
Terlepas dari hasil gagal finis pada GP Amerika, pembalap Honda Team Asia tersebut bahkan sudah meraih 1 podium usai finis di urutan ke-3 pada GP Brasil.
Adapun pada seri terakhir di Sirkuit Jerez, Spanyol, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut kembali mencuri perhatian berkat aksinya di lintasan.
Bagaimana tidak? Veda mampu melewati 11 pembalap sekaligus untuk finis di posisi ke-6 usai penampilan kurang apik pada babak kualifikasi.(*)
