Stok Melimpah, Bulog Usul ASN, TNI, dan Polri Terima Beras Langsung

BENTENGNEWS.COM,JAKARTA--Perum Bulog mengusulkan agar program pemberian tunjangan beras (natura) kepada ASN, TNI, Polri diadakan kembali. 

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, usulan ini dilakukan untuk mempercepat distribusi beras di tengah stok yang melimpah. 

"Mumpung beras bulog itu berlimpah, kami sarankan untuk ke depannya TNI, Polri, dan ASN juga mendapat beras Bulog seperti natura zaman-zaman dahulu waktu kita masih kecil," kata Rizal saat peninjauan Gudang Beras di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/5/2026). 

Rizal menyebut telah mengusulkan rencana ini kepada pemerintah dan tinggal menunggu restu untuk realisasi penyaluran. 

"Mudah-mudahan kalau memang dapat restu. Dulu-dulu kita TNI, Polri, maupun ASN itu dapat natura," tambah Rizal. 

Rizal juga mengegaskan upaya distribusi beras terus dimasifkan untuk menstabilkan harga di level Harga Eceran Tertinggi (HET). 

Rizal mengklaim telah bekerja sama dengan banyak pihak untuk melakukan operasi pasar Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). 

Bukan hanya melibatkan pemerintah, Bulog juga bekerja sama dengan sektor swasta untuk mempercepat penyaluran beras pemerintah ini. 

"Bahkan sampai dengan retail-retail modern, Alfamat, Indomaret, termasuk RPK-RPK yang kita miliki. Ini kita lakukan untuk percepat penyaluran," ungkap Rizal. 

Dalam kesempatan itu, Rizal juga membantah adanya kenaikan beras, Menurutnya harga beras premium masih berada di kisaran HET yakni Rp 14.900/kg dan beras medium mencapai Rp 12.500/kg. 

"Kemudian kami tetap melaksanakan operasi-operasi pasar bila terjadi kenaikan-kenaikan di pasar," lanjut Rizal. 

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut kenaikan harga saat ini masih dinilai wajar. Mengingat, pendapatan petani saat ini hanya mencapai Rp 37.000 per hari. 

"Petani pendapatannya cuma Rp 37.000 per hari masak mau diturunkan lagi," jelas Amran. 

Walau begitu, pemerintah berkomitmen untuk menstabilkan harga secara wajar agar tidak menjahui ketetapan HET. 

"Jadi yang benar kita stabilkan ya," ungkap Amran. 

Sebelumnya, Deputi Bidang Distribusi BPS, Ateng Hartono menyebutkan salah satu penyumbang inflasi pada April tahun ini adalah makanan, minuman dan tembakau yang mencapai 3,06% secara tahunan (yoy) dengan andil 0,09 (yoy). 

"Kalau dicermati untuk inflasi tahunan makanan minuman dan tembakau salah satu yang perlu diperhatikan karena mengalami inflasi cukup tinggi salah satunya adalah beres mencapai 4,36% dengan andil inflasi mencapai 0,60% secara year on year," kata Ateng dalam Rapat Koordinasi pengendalian inflasi di Jakarta, Selasa (5/5/2026). 

Ateng menyebut, beras masih menjadi penyumbang inflasi tertinggi di beberapa provinsi di Indonesia. Misalnya di Papua Barat, beras masih menempati posisi ketiga penyumbang inflasi mencapai 7,82% dengan andil sebesar 0,53%, sementara di Aceh, beras menjadi penyumbang inflasi utama mencapai 12,87% dengan andil 0,73%.(*)