BentengNews.Com-Persoalan Gaji yang belum dibayarkan masih menghantui pesepak bola profesional di Indonesia.
Dilansir dari laman resmi APPI (Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia) pada 6 November 2026, terdapat 24 klub yang masih menunggak gaji pemain.
Menariknya, ada dua klub dari Super League atau kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Dua klub tersebut yakni PSM Makassar dan Persija Jakarta.
Dalam daftar yang dirilis APPI, secara total ada lima pemain yang belum mendapat haknya secara penuh dari klub Persija dan PSM.
Sementara itu, kasus penunggakan gaji terjadi cukup banyak di Liga Nusantara (Liga 3) dan Liga 4.
Sebanyak 114 pemain disebut belum mendapat haknya di Liga Nusantara.
Persikota Tangerang menjadi klub paling banyak yakni ada 11 pemain.
Sriwijaya menempati peringkat kedua dengan adanya tujuh pemain.
Hal ini tentu menjadi tamparan cukup keras bagi Liga 3 yang sebentar lagi memulai musim baru.
Liga 3 2026-20207 dijadwalkan bergulir pada 13 November mendatang.
Sementara itu, APPI memberikan sorotan khusus kepada Sriwijaya FC.
Tunggakan gaji pemain di Sriwijaya FC rupanya sudah terjadi dari musim 2023-2024.
Pihak APPI terus berupaya menjalin komunikasi dengan pihak klub tetapi masalah yang ada hingga kini belum berakhir.
"Salah satu contoh nyata secara langsung dialami para pemain Sriwijaya FC, yang hingga saat ini belum memperoleh penyelesaian atas hak-hak mereka sejak musim kompetisi 2023/2024."
"Meskipun komunikasi dengan pihak klub telah beberapa kali dilakukan, pemenuhan kewajiban tersebut masih belum terealisasi."
"Tunggakan berulang yang berlangsung lintas musim (2022/2023, 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026) menunjukkan bahwa penyelesaian hak pemain masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan komitmen dan langkah nyata dari pihak klub," tulis APPI.
Sementara itu, kasus di Liga 4 tak kalah banyaknya.
Tercatat ada sebanyak 128 pemain yang belum menerima haknya.
Persikad Bandung menjadi klub dengan jumlah pemain paling banyak yakni 19.(*)
