Sah, Suwardi Thahir Dilantik Jadi Ketua PWI Sulsel di Hotel Claro

Makassar,BentengNews.com--Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, resmi melantik Pengurus Harian PWI Sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2026–2031 di Ballroom Sandeq, Hotel Claro Makassar, Sabtu (17/10/2026).

Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru PWI Sulsel di bawah kepemimpinan Suwardi Thahir. Organisasi wartawan tertua di Indonesia ini diharapkan semakin solid, profesional, dan adaptif dalam menghadapi perkembangan industri media serta tantangan jurnalistik di era digital.

Sejumlah pejabat dan tokoh daerah menghadiri prosesi pelantikan tersebut, di antaranya Bupati Luwu Patahudding, Bupati Sidrap Syahruddin Alrif, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., serta Ketua DPD Partai Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin.

Pelantikan juga dihadiri pimpinan media massa di Makassar, perwakilan organisasi pers, termasuk Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), serta jajaran pengurus PWI kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.

Suwardi Thahir menegaskan komitmennya untuk membawa PWI Sulsel menjadi organisasi yang inklusif, solid, dan mampu menjawab tantangan perubahan lanskap media.

Di bawah kepemimpinannya, PWI Sulsel akan memperkuat profesionalisme wartawan, membuka ruang lebih luas bagi keterlibatan jurnalis muda, serta mendorong regenerasi kepengurusan agar organisasi terus berkembang.

“PWI Sulsel harus menjadi rumah bersama bagi seluruh anggota. Kita ingin membangun organisasi yang solid, inklusif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta perubahan industri media, tanpa meninggalkan prinsip profesionalisme dan kode etik jurnalistik,” ujar Suwardi Thahir.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kualitas sumber daya manusia pers melalui pendidikan, peningkatan kompetensi, serta pembinaan berkelanjutan bagi wartawan.

Menurutnya, tantangan dunia jurnalistik semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan media digital. Karena itu, PWI harus mengambil peran strategis dalam menjaga kualitas pemberitaan, meningkatkan kepercayaan publik, dan memastikan wartawan bekerja sesuai kode etik jurnalistik.

“Terima kasih juga kami sampaikan kepada semua pihak dan sponsor yang telah membantu,” ucap Suwardi Thahir.

Pelantikan pengurus PWI Sulsel periode 2026–2031 juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan kualitas profesi kewartawanan di daerah.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir diharapkan menekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, dan independensi wartawan di tengah perubahan ekosistem informasi yang semakin cepat.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen PWI dalam menjaga profesionalisme wartawan, menegakkan kode etik jurnalistik, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pers,” demikian rumusan pesan yang dapat dikonfirmasikan kepada Akhmad Munir.

PWI memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi wartawan, mendorong penerapan standar jurnalistik, serta menjaga marwah profesi di tengah maraknya penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

PWI Sulsel Award Apresiasi Tokoh Inspiratif

Rangkaian kegiatan pelantikan turut diisi dengan penganugerahan PWI Sulsel Award. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh daerah yang dinilai menunjukkan kepedulian, kontribusi nyata, dan inspirasi bagi masyarakat serta perkembangan dunia pers.

Penganugerahan tersebut juga menjadi bagian dari upaya PWI Sulsel untuk membangun hubungan yang konstruktif dengan berbagai pemangku kepentingan, sekaligus mendorong kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

Kehadiran berbagai unsur pemerintahan, organisasi pers, pimpinan media, dan pemangku kepentingan lainnya mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga ekosistem pers yang sehat dan bertanggung jawab.

Suwardi Thahir sebelumnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Sulsel periode 2026–2031 dalam Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Sulsel yang berlangsung di Gedung Graha Pena, Makassar, Selasa (2/6/2026).

Suwardi memperoleh kepercayaan memimpin organisasi setelah calon lainnya, Amrullah Basri Gani, memilih mengundurkan diri dan mendukung upaya kolaborasi untuk memperkuat organisasi.

Keputusan tersebut menjadi landasan bagi kepengurusan baru untuk membangun konsolidasi internal, mempererat solidaritas antaranggota, serta menyusun program kerja yang berorientasi pada peningkatan kualitas wartawan dan penguatan organisasi.

Dengan masa bakti lima tahun ke depan, kepengurusan PWI Sulsel diharapkan mampu memperluas program pendidikan jurnalistik, meningkatkan kesejahteraan anggota, memperkuat pembelaan hukum bagi wartawan, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan multimedia.

Dalam kegiatan ini, juga dilantik para Pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sulsel Periode 2026-2031.

Susunan Pengurus PWI Sulsel Periode 2026–2031

Ketua: Suwardi Thahir

Wakil Ketua Bidang Organisasi: Mappiar HS

Wakil Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum: Abdul Razak Arsyad

Wakil Ketua Bidang Pendidikan: Faisal Syam

Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan: Ihsan Dj

Wakil Ketua Bidang Kerja Sama: Ramah Praeska

Wakil Ketua Bidang Multimedia dan IT: Ardiansyah Bandoe

Wakil Ketua Bidang Pengelolaan Aset: Ade Cahyadi

Sekretaris: Amrullah Basri Gani

Wakil Sekretaris I: Muh. Akbar

Wakil Sekretaris II: Megawati Umar

Bendahara: James Wehantouw

Wakil Bendahara: Iga Kumarimurti Diwia dan Titiek K.

Susunan Dewan Kehormatan PWI Sulsel

Ketua: M. Dahlan Abubakar

Sekretaris: FAS Rahmat

Anggota: Faisal Palapa

Anggota: Ismail Asnawi

Anggota: Herry Kontessa.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, PWI Sulsel memasuki periode kepemimpinan yang diharapkan mampu memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kompetensi wartawan, dan menjaga marwah pers di tengah dinamika industri media.

Kepengurusan ini juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi wartawan senior dan jurnalis muda untuk bersama-sama membangun pers yang profesional, independen, berintegritas, serta berpihak pada kepentingan publik melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang. (*)